Bayang-bayang Penurunan Permintaan Tekan Harga Minyak

Harga minyak dunia tertekan lockdown di Eropa. Kebijakan dikhawatirkan akan menekan permintaan sehingga menekan harga minyak.Harga minyak tertekan oleh kekhawatiran pasar bahwa lockdown di Eropa akan mengurangi permintaan. Ilustrasi.

Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak jatuh sekitar 2 persen pada akhir perdagangan Rabu (31/3) waktu Amerika Serikat (AS) atau Kamis (1/4) WIB. 

Mengutip Antara Kamis 91/4), minyak mentah berjangka brent untuk pengiriman Mei yang kontraknya berakhir Rabu (31/3), turun 0,9 persen ke level US$63,54 per barel. Sementara itu untuk minyak berjangka Brent yang lebih aktif untuk pengiriman Juni turun 2,2 persen ke level US$62,74  per barel.

Untuk minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS kontrak pengiriman Mei merosot  2,3 persen ke level US$59,16 per barel.

Lihat juga:Daftar Bandara Yang Siap Melayani GeNose Mulai Hari Ini

Penurunan terjadi akibat kekhawatiran pasar akibat kebijakan lockdown baru yang dikeluarkan negara Eropa. Salah satunya, Prancis.

Presiden Emmanuel Macron memutuskan untuk melakukan lockdown nasional ketiganya dan mengatakan sekolah akan ditutup selama tiga minggu demi menekan kembali gelombang ketiga infeksi corona.

Mereka khawatir kebijakan itu akan memicu penurunan konsumsi bahan bakar. Apalagi di saat bersamaan OPEC+ merevisi turun perkiraan pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun ini sebesar 300 ribu barel per hari (bph).

“Mereka tidak dapat bertindak bersama-sama dengan mengendalikan virus atau mendapatkan semacam program vaksin bersama-sama. Saat itulah pasar melemah,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho Securities.

Pelemahan juga terjadi akibat keraguan pasar atas hasil pertemuan OPEC dan sekutunya pada Kamis (1/4) ini guna memutuskan pembatasan produksi.

Sebagai informasi, OPEC+ saat ini memangkas produksi minyak lebih dari 7 juta barel per hari dalam upaya mengurangi kelebihan pasokan supaya harganya terangkat. Arab Saudi juga telah melakukan penambahan pemotongan 1 juta barel per hari.

Source : cnnindonesia.com