Transportasi dan Logistik — Kelanjutan Proyek Kalibaru, NPCT 2 dan 3 Segera Konstruksi

Februari 13 / 2017 — 00:34 WIB
Oleh : Puput Ady Sukarno

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/Indonesia Port Corporation (IPC) menyatakan segera menggarap pengerjaan konstruksi New Priok Container Terminal (NPCT) 2 dan NPCT 3 mulai tahun ini, menyusul telah selesai dan beroperasinya proyek NPCT 1 per September 2016.

Direktur Teknik dan Manajemen Risiko PT Pelindo II/IPC Dani Rusli Utama mengatakan dimulainya pengerjaan tersebut sebagai bagian dari penyelesaian proyek Terminal Petikemas Kalibaru yang menelan investasi total hampir mencapai kisaran Rp14,5 triliun itu.

9Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas Kalibaru, Pelabuhan Utama Tanjung Priok di Jakarta – Antara/Widodo S. Jusuf

“Tahun ini untuk NPCT 2 dan NPCT 3 sudah mulai konstruksi. Dalam satu dua bulan ke depan untuk NPCT 2 dan 3, diharapkan sudah bisa mulai dilakukan pemancangan,” ujarnya pada Minggu (12/2/2017).

Dia menjelaskan Pelindo II/IPC sedang melakukan proses reklamasi dan dalam tahap pemadatan tanah/pasir untuk selanjutnya dapat dikerjakan konstruksinya.

“Kalau dari persentase tahapan mungkin baru sekitar 15%-20% per Januari 2017. Karena kalau membuat fasilitas bangunan laut itu tidak bisa cepat, karena begitu tanah/pasir di taruh di air, harus menunggu jadi padat. Nah, pemadatan ini yang makan waktu, kalau di buru-buru lahannya tidak bisa jadi,” ujarnya.

Dani menambahkan alokasi dana untuk pembangunan NPCT 2 dan NPCT 3 tersebut dapat mencapai sekitar Rp8 triliun. “Kurang lebih satu terminal itu bisa sampai Rp4 triliun.”

Sementara itu, pada saat bersamaan, Pelindo II/IPC juga sedang melakukan pengerukan kedalaman.”Minggu-minggu ini kita akan kedatangan kapal keruk untuk melakukan pengerukan,” ujarnya.

Dani menerangkan untuk konstruksi bangunannya disiapkan untuk kedalaman sekitar minus 29 lws, namun untuk kolamnya disiapkan untuk minus 16 low water spring (lws). “Jadi itu kondisi pasang surut air yang paling rendah-rendahnya sepanjang tahun,” ujarnya.

Menurutnya dengan disiapkan kedalaman kolam seperti itu maka nantinya sejumlah kapal besar dengan kemampuan angkut hingga kisaran di atas 10.000 TEUs akan tetap bisa bersandar dengan baik di terminal tersebut.

Dani berharap pembangunan proyek prestisius itu dapat diselesaikan dan beroperasi pada 2019, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II/IPC Elvyn G. Masassya menambahkan bahwa penyelesaian proyek Kalibaru merupakan bagian dari sejumlah rencana yang telah disusun oleh perseroan pada 2017, selain menggarap Pelabuhan Kijing, Sorong, dan Cikarang Bekasi Laut (CBL).

“Eksekusi Kalibaru kan kita laksanakan secara bertahap, dan ditargetkan sudah bisa beroperasi pada 2019 itu,” ujarnya.

Dia menambahkan apabila NPCT 2 & NPCT 3 selesai dibangun pada 2019 mendatang maka akan terjadi penambahan kapasitas sekitar 3 juta TEUs, masing-masing 1,5 juta TEUs.

“Kalau NPCT 1,2, dan 3 digabung ada tambahan 4,5 juta TEUs atau sekitar tiga perempat dari kapasitas Tanjung Priok saat ini. Jadi totalnya ada sekitar 11 juta TEUs. Jadi bisalah untuk kapasitas hub internasional,” kata Elvyn.

Seperti diketahui, bahwa Presiden Joko Widodo telah meresmikan Terminal Petikemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT) 1 di Kalibaru, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, September 2016.

Terminal baru yang berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 32 hektare itu pada 2016 memiliki panjang dermaga 850 meter itu diharapkan dapat bersaing dengan sejumlah pelabuhan lainnya di dunia.

Source : bisnis.com