Transportasi dan Logistik — ALFI Tagih Pelindo II Fungsikan Terminal 3 Priok Jadi Domestik

Februari 21 / 2017 — 14:42 WIB
Oleh : Akhmad Mabrori

Bisnis.com, JAKARTA– Asosiasi logistik dan forwarder Indonesia (ALFI) menagih komitmen Pelindo II/IPC melalui anak usahanya PT.Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) yang akan memungsikan fasilitas terminal 3 Pelabuhan Priok sebagai terminal yang melayani kegiatan kontener domestik.

Sekretaris Umum ALFI DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan, sampai kini fasilitas terminal 3 Priok masih melayani kegiatan peti kemas ocean going atau ekspor impor, padahal dalam rencana tata kelola pelabuhan Priok fasilitas tersebut untuk kegiatan domestik/antarpulau pada tahun ini.

30Tumpukan kontainer yangdi terminal peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. – JIBI/Nurul Hidayat

“Makanya kami pertanyakan kembali bagaimana sebenarnya komitmen Pelindo II dalam merealisasikan tambahan fasilitas terminal peti kemas domestik di Priok,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (21-2-2017).

Adil mengatakan, saat ini fasilitas terminal untuk pelayanan kapal dan bongkar muat peti kemas domestik sangat kurang, padahal volume peti kemas domestik sebanding dengan ekspor impor yang melalui Priok.

“Akibat kurangnya fasilitas terminal peti kemas domestik itu, banyak kapal setiap harinya harus mengantre bahkan ada yang terpaksa lego jangkar karena gak dapat dermaga,” paparnya.

Untuk itu, ujar dia, ALFI mendesak Pelindo II/IPC fokus dalam tata kelola pelabuhan Priok dengan meningkatkan performance New Priok Container Terminal-One (NPCT-1), Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja dan Terminal Mustika Alam Lestari (MAL) untuk melayani kegiatan ekspor impor.

“Kalau terminal 3 Priok sebaiknya berperan sebagai terminal peti kemas domestik saja sebab selain tidak diukung areal container yard yang cukup, juga berpotensi menimbulkan kemacetan di pelabuhan,” paparnya.

Dikonfirmasi Bisnis, Rima Novianti, Direktur Komersial PT.Pelabuhan Tanjung Priok-anak usaha Pelindo II yang saat ini mengelola terminal 3 Priok hanya mengatakan, bahwa pengguna jasa dalam hal ini sejumlah shipping line global masih menghendaki pelayanan di terminal 3 Priok untuk melayani peti kemas ekspor impor. “Ini customer choice,” ujarnya.

Sekretaris Perusahaan TPK Koja, Nuryono Arif, justru mengungkapkan seharusnya terminal 3 Priok diperuntukkan melayani kegiatan peti kemas domestik karena hal itu sesuai dengan bagian klausul perpanjangan konsesi JICT.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama JICT, Riza Erivan mengatakan sesuai dengan peruntukkannya fasilitas terminal 3 Priok sangat dibutuhkan untuk kelancaran peti kemas antarpulau atau domestik.

Dia juga mengatakan, persaingan layanan peti kemas di Priok semakin ketat saat ini bahkan cenderung saling menarik market yang sudah ada mengingat minimnya market baru (shipping line) baru menyusul masih terjadinya pelemahan ekonomi global saat ini.

Bahkan, kata Riza, semakin ketatnya persaiangan antar terminal itu sekarang sudah ada tiga shipping line global yang sebelumnya sandar di JICT kini berpindah layanan al; Maersk Line ke Terminal 3 Priok, serta NYK Line dan Evergreen ke NPCT-1.

Source : bisnis.com