Sumur-sumur Minyak Tua Dioptimalkan

PRABUMULIH, KOMPAS – Sumur-sumur minyak tua peninggalan Belanda di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, akan dioptimalkan. Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah berencana membangun kilang minyak mini dan tangki penyimpanan bahan bakar minyak.

Sumur-sumur minyak di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) saat inni dioperasikan Pertamina EP Asset II. Dengan luas wilayah kerja 35 kilometer persegi, di wilayah itu ada 28 sumur minyak yang masih aktif. Bahkan, ada sumur tertua yang dieksplorasi Belanda sejak 1935 dengan produksi minyak 22 barrel per hari.

Di wilayah yang sama, sumur dengan produksi terbesar mencapai 20.000 barrel per hari. Pertamina EP dan badan usaha milik daerah di Kabupaten Pali diminta mengoptimalkan sumur-sumur minyak tua tersebut agar bisa mencapai produksi  puncak.

‘Kami setuju upaya peningkatan produksi sumur-sumur minyak tua di Kabupaten Pali lewat  kerja sama Pertamina EP dengan para mitra, termasuk dengan badan usaha milik daerah. Kami siap memberikan supervisi,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam jumpa pers, Senin (21/3) malam, di Prabumulih, Sumatera Selatan.

General Manager Pertamina EP Asset II Eka Riza menyatakan siap bekerja sama dengan badan usaha milik daerah untuk mengoptimalkan potensi sumur minyak tua di Kabupaten Pali. Salah satu hal yang diperhatikan adalah pencurian minyak di jalur Talang Akar ke Pangabuan sepanjang 60 kilometer dan  jalur Pangabuan ke Plaju sepanjang 65 kilometer.

Membangun

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja menambahkan, untuk mendukung optimalisasi sumur-sumur tua, pemerintah berencana membangun sejumlah kilang mini dan tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM).

“Yang dalam kajian adalah pembangunan kilang minyak di Tanjung Api-api di Kabupaten Banyuasin. Studi lahan, keterjangkauan, dan sebagainya dilakukan lebih dahulu,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian ESDM tengah mengusulkan pengajuan anggaran tahun jamak periode 2016-2018 untuk pembangunan tangki penyimpanan BBM di wilayah Maluku Utara, Ambon, Papua dan Nusa Tenggara Timur, yang tersebar di 14 lokasi. Usulan pembangunan tangki penyimpanan elpiji di empat titik di kawasan timur Indonesia juga tengah diajukan.

“Secara keseluruhan, investasi membangun infrastruktur tangki penyimpanan BBM dan elpiji tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp. 876,6 miliar,” kata Kepala Pusat Komunikas Publik Kementerian ESDM Sujatmiko.

Tahun ini, pemerintah menugaskan PT Pertamina Gas dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk membangun jaringan gas rumah tangga sebanyak 88.915 sambungan dengan anggaran Rp. 1,18 triliun. Sambungan ini dibangun di Kota Tarakan (Kalimantan Utara), Surabaya (Jawa Timur), Kota Prabumulih, Cilegon (Banten), dan Balikpapan (Kalimantan Timur). (APO)

 

Source : Kompas – 23 Maret 2016