Singapura minat investasi sektor industri di Indonesia

Singapura minat investasi sektor industri di IndonesiaMenteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, berjabat tangan dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, S Iswaran, di Jakarta, Selasa. (Biro Humas Kementerian Perindustrian)
Jakarta (ANTARA News) – Investor Singapura berminat mananamkan modalnya di Indonesia untuk berbagai sektor industri, antara lain industri kertas dan percetakan, kimia dan farmasi, makanan, elektronika, permesinan dan logam.
“Singapura tetap menjadi negara investor terbesar bagi Indonesia, khususnya penanaman modal asing di bidang industri,” kata Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto lewat siaran pers di Jakarta, Selasa.
Airlangga menyampaikan hal itu usai pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, S Iswaran, di Jakarta, hari ini.
Pertemuan itu menjadi momentum yang menandai bahwa pada 2017, hubungan kerja sama kedua negara sudah terjalin selama 50 tahun. Singapura juga investor penting di Indonesia, lima besar investor.
Pada 2016, Singapura konsisten mempertahankan sebanyak 1.933 proyek investasi dengan nilai total 5,158 miliar dollar Amerika Serikat khusus sektor industri.
“Baik Indonesia dan Singapura menunjukkan itikad baiknya untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan, terutama sektor industri,” kata Airlangga.
Kementerian Perindustrian mencatat, nilai investasi Singapura sebesar 30,9 persen dari nilai total investasi asing di Indonesia pada sektor industri yang membuka lapangan kerja baru sebanyak 126.293 orang.
Menurut Airlangga, Singapura tengah mengeksplorasi kesempatan investasi di luar Jakarta, yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau.
“Pada November 2016, perdana menteri Singapura dan presiden meresmikan Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah yang merupakan joint venture antara PT Jababeka dan Sembcorp. Upaya ini sebagai langkah konkret Pemerintah Singapura dalam mengeksplorasi investasi di Indonesia,” paparnya.
Kawasan Industri Kendal diperuntukkan bagi industri mebel, fashion, pengolahan makanan, elektronika, kimia, suku cadang dan komponen kendaraan bermotor, serta industri berat seperti pengolahan mineral.
“Di kawasan tersebut, saat ini tengah dipacu pembangunan beberapa fasilitas dan infrastruktur penunjang,” ucapnya.
Airlangga mengatakan, investor Singapura juga berpotensi untuk meningkatkan kerja sama dalam pengembangan kawasan industri lainnya di Indonesia.
Kawasan industri yang telah ditawarkan, yakni Kawasan Industri Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Kawasan Industri Tanah Kuning, Kalimantan Utara, serta Bintan Airport and Aerospace Industry Park.
Editor: Ade Marboen