Selaru Dinilai Cocok untuk Kilang Masela

Selaru Dinilai Cocok untuk Kilang Masela

KEMENTERIAN Koordinator Maritim dan Sumber Daya menilai proyek infrastruktur gas Blok Masela, Maluku, sebaiknya dibangun di Pulau Selaru.

Pulau itu dinilai yang terdekat dengan sumber gas Blok Masela.

“Jarak hanya 90 km. Kalau lebih dekat dengan sumber gas, pasti investasinya lebih murah,” ucap Tenaga Ahli Menko Maritim dan Sumber Daya Abdul Rachim melalui pesan singkat, kemarin.

Menurut Abdul, nilai investasi pembangunan infrastruktur gas di Pulau Selaru sebesar US$16 miliar.

Nilai investasi tersebut sudah termasuk biaya pipa sepanjang 90 km.

Sebaliknya, jika dibangun di tempat lain, seperti Pulau Aru atau Pulau Tanimbar, nilai investasi akan lebih besar karena letaknya yang lebih jauh dari sumber gas.

Abdul menambahkan, jika proyek infrastruktur gas dibangun di pulau seluas 353,87 km2 tersebut, investasi lain akan muncul.

Pulau Selaru bisa memiliki industri pendukung lain, seperti industri petrokimia, restoran, dan perhotelan.

“Multiplier effect-nya jauh lebih besar dibangun di darat ketimbang jika dibangun di laut.”

Kepala Pusat Studi Energi UGM Deendarlianto, kemarin, pun menyebut keputusan Presiden Joko Widodo memilih pembangunan Blok Masela di Provinsi Maluku dengan cara onshore (kilang di darat) merupakan langkah tepat karena akan berdampak positif pada pembangunan masyarakat di Indonesia timur.

Menurut Deendarlianto, perdebatan pemilihan metode pengembangan Blok Masela antara dilakukan di darat atau di kilang terapung (offshore) sebetulnya telah terjadi sejak lama.

Namun, pada periode kepemimpinan Presiden Jokowi dipilih dengan sangat tegas.

“Sudah lama tidak putus dan Pak Jokowi berani memutuskan dengan tegas dan tepat,” katanya.

Pengembangan Blok Masela dengan metode onshore, lanjut Deendarlianto, memiliki banyak manfaat dan lebih besar jika dibandingkan dengan menggunakan metode offshore karena mampu mengembangkan industri ekonomi di Blok Masela dan di seluruh kawasan Indonesia timur.

Siapkan SDM

Rakyat Maluku pun menyambut gembira keputusan Presiden Jokowi atas pembangunan kilang Blok Masela di darat.

Keputusan itu dikatakan sesuai dengan perjuangan masyarakat Maluku.

Gubernur Maluku Said Assagaff pun menyatakan atas nama masyarakat Maluku pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi.

Pemprov Maluku mulai mengambil langkah kesiapan, salah satunya menyiapkan kualitas sumber daya manusia agar tenaga mereka bisa dipakai di Blok Masela.

Terkait lokasi pembangunan kilang, apakah di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) atau di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), seperti yang mulai diperebutkan belakangan ini, Gubernur menyerahkan sepenuhnya pada hasil studi tim yang dibentuk.

(FU/Jay/HJ/X-7)

Source: mediaindonesia.com