Saka Energy Masih Minat Hak Partisipasi di Blok Sanga-Sanga

Saka Energy Masih Minat Hak Partisipasi di Blok Sanga-SangaPerusahaan masih menunggu hasil kesepakatan pemerintah dan PT Pertamina (Persero) sebagai pengelola blok usai 2018. (www.skkmigas.go.id).

Jakarta, CNN Indonesia — PT Saka Energi Indonesia masih berminat meneruskan hak partisipasi (Participating Interest/ PI) di blok Sanga-Sanga selepas masa kontrak wilayah kerja minyak dan gas (WK Migas) itu berakhir 7 Agustus 2018.

Pengalaman dalam mengelola blok tersebut menjadi alasan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk itu masih tertarik menggarap WK Migas tersebut.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda mengatakan, niat itu sudah disampaikan ke pemerintah, tapi perusahaan masih harus menunggu urusan antara PT Pertamina (Persero) dan pemerintah selesai terlebih dulu. Seperti diketahui, Blok Sanga-Sanga adalah satu dari delapan blok baru yang akan dikelola Pertamina pasca 2018.

Lihat juga : Mantan Dirut PGN Jadi Bos Baru Semen Indonesia

“Kami sudah ajukan (minat), tapi kami harus tunggu karena pemerintah akan tawarkan itu ke Pertamina dulu ya,” papar Jobi ditemui di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (28/9).

Pada kesempatan tersebut, PGN enggan menyebut nilai hak partisipasi yang ingin digenggam Saka Energi karena mengaku belum melakukan pembicaraan dengan Pertamina secara business to business (b to b).

“(Masalah persentase hak partisipasi) tergantung pemerintah mau kasihnya berapa,” imbuhnya.

Ia berharap, kelanjutan Saka Energi di proyek Sanga-Sanga bisa menopang diversifikasi pendapatan PGN di kemudian hari. Apalagi kontribusi lini usaha distribusi gas sudah tak lagi mendominasi hingga pertengahan tahun kemarin.

Pada semester I 2016, kontribusi niaga gas tercatat US$1,26 miliar atau 87,84 persen dari total pendapatan US$1,43 triliun. Sementara itu, sumbangan lini usaha migas terbilang US$132,84 juta, atau 9,23 persen dari total pendapatan perusahaan.

Lihat juga : Jonan Sebut Lifting Gas Tahun Ini Bisa di Atas Target

Namun, pendapatan distribusi gas perusahaan pada paruh pertama tahun ini menyusut menjadi US$1,16 miliar atau hanya 82,26 persen dari pendapatan senilai US$1,41 miliar. Sementara itu, dengan angka US$212,22 juta, kontribusi usaha migas meningkat jadi 15,04 persen terhadap total pendapatan.

“Anchor pendapatan kami memang distribusi gas bumi, karena kami kan Perusahaan Gas Negara. Tetapi, kami dorong juga lini bisnis lain untuk menaikkan pendapatan,” pungkas Jobi.

Sekadar informasi, keterlibatan Saka Energi di dalam blok Sanga-Sanga dimulai sejak November 2016, ketika perusahaan membeli saham milik BP East Kalimantan sebesar 26,25 persen.

Sejak saat itu, Saka Energi telah menjadi mitra dari operator blok Sanga-Sanga saat ini, yaitu Virginia Indonesia Co LLC (VICO). Namun, selepas kontraknya habis tahun depan, pemerintah akan memberikan blok Sanga-Sanga ke Pertamina dengan hak partisipasi 100 persen.

Lihat juga : Kebingungan PLN Soal PLTGU Muara Karang Usai Keputusan Luhut

Source : cnnindonesia.com