Puji Kapal Teras BRI, Presiden Jokowi: Ini Membiasakan Rakyat Dengan Pelayanan Perbankan

Presiden Joko Widodo  meninjau Kapal Bahtera Seva III Teras BRI, di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tantui, Jumat (24/2). (Foto: Humas/Rahmat)

 

Di sela kunjungannya ke Ambon, Maluku, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Kapal Bahtera Seva III Teras BRI, di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tantui, Jumat (24/2) siang.

Presiden Jokowi menjelaskan, Indonesia yang merupakan negara kepulauan, memiliki 17 ribu pulau, dimana di Maluku Utara ada 800 pulau dan Maluku ada 1.340 pulau. Semua pulau tersebut tidak mungkin itu dilayani lewat kantor-kantor yang ada di darat sehingga BRI membangun Teras BRI.

“Artinya apa? Masyarakat, penduduk di pulau-pulau itu dilayani dengan kapal ini,” tutur Presiden kepada wartawan.

Menurut Presiden, kapal Bahtera Seva III Teras BRI ini sangat bagus, memiliki ATM dan juga langsung online. Masalah yang berkaitan dengan satelit tidak ada masalah karena BRI punya satelit sendiri

“Ini sudah berjalan hampir 6 bulan dan sudah ada tabungan, ada deposito Rp5,4 miliar dan sudah mengeluarkan kredit Rp7 miliar,” ungkap Presiden seraya menambahkan, proses seperti ini yang terus akan didorong agar pulau-pulau juga terlayani semuanya, masyarakat juga masuk ke sistem perbankan (banking system)

Itulah, sebut Presiden, yang dinamakan keuangan inklusif, di mana semua masyarakat, nelayan, dan petani kecil seperti petani kopra kecil-kecil itu semuanya bisa menabung.

“Bisa deposito, tapi juga bisa meminjam kredit. Poinnya ada di situ. Jadi membiasakan rakyat untuk terbiasa dengan sistem perbankan dan masuk kepada sistem perbankan,” tutur Presiden

Layanan Kesehatan
Sementara Dirut Bank BRI Asmawi Syam dalam penjelasannya mengatakan, kapal Bahtera Seva III yang memiliki panjangnya 28 meter ini memiliki pelayanan tambahan jika dibandingkan kapal Bahtera Seva I dan II. Pemanfaatannya pun juga bertambah, kalau di Jakarta hanya untuk layanan perbankan, kalau di Maluku ada perpustakaan, taman bacaan, serta layanan kesehatan.

“Rata-rata uang per penabung Rp9,5 juta, kalau di Jakarta Rp4,5 juta. Ini lebih besar,” papar Asmawi. (UN/RAH/ES)

 

Source: Setkab.go.id