Psikolog: Ujaran Kebencian Muncul Akibat Kurang Kasih Sayang

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia
Jumat, 13/01/2017 12:43 WIB
4Ujaran kebencian yang banyak beredar di media sosial belakangan ini terjadi karena kurangnya kasih sayang dalam keluarga. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia — Menurut psikologi, manusia memiliki kebutuhan akan kasih sayang. Namun psikolog mengatakan bahwa orang Indonesia belum terbiasa mengungkapkan rasa kasih sayang dalam tataran personal yang kemudian dapat berimbas pada perilaku sosial.

“Dari hasil penelitian, persepsi cinta itu sangat kuat dipengaruhi oleh budaya. Di Indonesia, belum terlalu terbiasa mengekspersikan kasih sayang, orang cenderung masih canggung,” kata Bona Sardo Hutahaean, psikolog Klinik Terpadu Universitas Indonesia, saat ditemui dalam kampanye DOVE Chocolate di Jakarta, Kamis (12/1).

Bona mengatakan kecanggungan dalam mengungkapkan kasih sayang ini akan berpengaruh pada perilaku manusia dalam tataran sosial, seperti cenderung bersikap kasar dan agresif. Lebih lanjut, Bona menambahkan, orang yang ‘kurang kasih sayang’ akan kerap mengeluarkan ungkapan yang berisi kebencian, kedengkian, dan menjelekkan orang lain.

Hal itu, terlihat dari banyaknya ujaran kebencian yang beredar di media sosial belakangan ini.

Kekurangan kasih sayang juga berdampak dalam hubungan interpersonal. Orang yang kurang kasih sayang akan lebih sulit untuk mendapatkan teman baik dan susah menjalin hubungan.

Bukan cuma pada orang dewasa, efek kurang kasih sayang juga muncul pada anak-anak. Namun menurut Bona, anak-anak belum mampu mengekspresikan sehingga yang timbul adalah perilaku selalu ingin cari perhatian.

Dalam jangka panjang saat dewasa, sifat kurang kasih sayang itu dapat berbentuk tindakan kekerasan dan intimidasi kepada orang lain.

“Sebaliknya, orang yang penuh dengan kasih sayang akan lebih lembut dan memiliki intelegensi yang tinggi,” kata Bona. “Kasih sayang ini jadi kunci untuk beraktivitas,”

“Saya yakin kualitas manusia Indonesia bisa jauh lebih baik bila tradisi mengungkapkan kasih sayang terus dipupuk,” ujar Bona.

Tradisi mengungkapkan kasih sayang banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya dari suatu tempat. Bona mengatakan, mengungkapkan kasih sayang terhadap orang lain tidak harus melulu dengan benda.

Pun Bona menambahkan, mengungkapkan kasih sayang tidak hanya terbatas pada pasangan, melainkan dapat kepada teman, sahabat, keluarga, hingga rekan di tempat kerja.

Bona menjabarkan, mengungkapkan kasih sayang dapat berupa kata-kata positif, menghabiskan waktu bersama, dengan sentuhan seperti memeluk, melayani seperti dengan memasakkan makanan favorit, atau dengan memberikan benda tertentu.

Mengungkapkan kasih sayang ini disebut Bona juga tak bisa dipaksakan. Menurut dia, kasih sayang juga harus dilatih dan ditingkatkan seiring berjalan waktu.

“Tidak perlu ‘jor-joran’, pelan-pelan saja dahulu. Pilih yang sederhana dan sesekali, kemudian bertambah di pekan depan. Dan kenali bahasa cinta orang tersebut di antara beberapa cara tadi.” (end/les)