Proyeksi Stok AS Turun, Harga Minyak Memanas 1%

Harga Minyak WTI – Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah kembali memanas seiring dengan proyeksi berkurangnya stok mingguaan Amerika Serikat.

Pada perdagangan Kamis (6/7/2017) pukul 7.40 WIB harga minyak WTI kontrak Agustus 2017 meningkat 0,48 poin atau 1,06% menuju US$45,61 per barel. Sementara minyak Brent kontrak September 2017 menguat 0,49 poin atau 1,03% menjadi US$48,28 per barel.

Harga sempat turun sebanyak 5,4% pada perdagangan Rabu (5/7/2017) karena Rusia menolak menambah volume pemangkasan suplai. Sebagai informasi, negara produsen minyak terbesar di dunia itu berjanji mengurangi suplai harian sekitar 300.000 barel per hari (bph).

Rusia menjadi salah satu sekutu penting OPEC bersama negara produsen minyak lainnya untuk menstabilkan volume suplai global. Oleh karena itu, mereka berjanji mengurangi produksi dengan total sekitar 1,8 juta bph dari Januari 2017-Maret 2018.

“Setiap penentangan terhadap pemotongan produksi yang lebih dalam akan meningkatkan keraguan pasar terhadap efektivitas kesepakatan pemangkasan pasokan. Hal ini memicu sentimen bearish bagi minyak,” tutur Norbert Ruecker, kepala riset komoditas Julius Baer Group Ltd. di Swiss, seperti dikutip dari Bloomberg.

Selain dari pemangkasan produksi OPEC dan sekutunya, pasar minyak mentah mendapat sentimen positif dalam waktu dekat akibat proyeksi berkurangnya persediaan mingguan Amerika Serikat. Paman Sam merupakan produsen minyak terbesar ketiga di dunia.

Menurut perkiraan American Petroleum Institute (API), persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu turun 5,8 juta barel. Pasokan bensin juga turun 5,7 juta barel, sehingga mengindikasikan pertumbuhan konsumsi.

Sementara survei Bloomberg menyebutkan stok mingguan AS berkurang 2 juta barel. Adapun data resmi dari U.S. Energy Information Administration (EIA) akan dilansir pada Kamis (6/7/2017) waktu setempat. Pengumuman ini mundur 1 hari dari biasanya, karena AS merayakan Hari Kemerdekaan pada Selasa (4/7/2017).

Sebelumnya, stok minyak AS sepekan yang berakhir Jumat (23/6/2017) naik 118.000 barel menuju 509,2 juta barel. Sementara tingkat produksi dalam waktu yang sama turun 100.000 barel per hari (bph) menjadi 9,25 juta bph. Ini merupakan penurunan terbesar sejak Juli 2016.

Adapun persediaan bensin turun 900.000 barel. Penurunan persediaan menunjukkan adanya peningkatan sisi permintaan.

Source : bisnis.com