Properti — Investor Dapat Dukungan Pemerintah

Anitana Widya Puspa Selasa, 03/01/2017 07:26 WIB

8Tol Serang-Panimbang

JAKARTA — Jalan tol Serang—Panimbang di Provinsi Banten segera dibangun setelah Badan Pengatur Jalan Tol dan konsorsium PT Wijaya Karya Tbk. sebagai badan usaha yang memasukkan dokumen penawaran mencapai kesepakatan berkaitan dengan dukungan pemerintah

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, hasil negosiasi menyepakati bahwa pemerintah akan memberikan dukungan viability gap fund (VGF) kurang dari 50% dari total biaya konstruksi sehingga memenuhi persyaratan skema VGF. Meski tak menyebut besaran nilai dukungan yang akan diberikan oleh pemerintah, dia menyebutkan bahwa dukungan konstruksi akan diberikan sepanjang 33 kilometer pada seksi 2 (Rangkasbitung—Bojong).

Lewat hasil negosiasi yang disepakati, BPJT segera menetapkan konsorsium PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) sebagai pemenang tender ruas sepanjang 84 km pada pekan ini dengan masa konsesi selama 40 tahun. “Negosiasi di kepanitiaan sudah selesai, tinggal pengumuman penetapan. Ini kemarin sudah keburu libur. Semestinya pekan depan sudah ada karena sekarang administrasinya terus berjalan,” katanya akhir pekan lalu.

Proyek jalan tol Serang—Panimbang dengan nilai investasi Rp10,84 triliun terbagi menjadi dua porsi pembangunan yakni pemerintah dan badan usaha jalan tol (BUJT). Pembangunan tersebut dilakukan dalam tiga seksi yaitu, seksi 1 (Serang—Rangkasbitung), seksi 2 (Rangkasbitung—Bojong), dan seksi 3 (Bojong—Panimbang).

Herry mengungkapkan, bagi porsi yang menjadi tanggung jawab BUJT, pemerintah tengah melakukan proses penyediaan lahan. Hal itu dilakukan agar setelah perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) diteken, BUJT dapat segera melakukan konstruksi.

Sejalan dengan proses konstruksi yang nantinya dilakukan badan usaha, BPJT bersama Kementerian Keuangan juga akan merumuskan alternatif pembayaran yang dilakukan bagi porsi dukungan pemerintah khususnya menyangkut periode pembayaran.

“Pembayaran atas dukungannya saja yang akan kami modifi kasi. Karena ini ada bagian yang harus kami bangun dan siapa yang kami minta bangun dan kalau juga kelayakannya enggak masuk di lingkupnya, ini yang harus kita cari pembayaran akan ditagihkan ke siapa. Nagih-nya mau sekarang atau nanti,” tuturnya.

MINTA LEBIH

Sebelumnya, dalam ketentuan skema VGF atau dana dukungan tunai, porsi pendanaan yang dapat ditanggung pemerintah dalam rangka pembangunan infrastruktur maksimal 49% dari total biaya konstruksi. Namun, calon investor di ruas Serang—Panimbang meminta lebih yakni Rp5,30 triliun.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengungkapkan, investor ruas itu menghendaki dukungan dua kali lipat dari prediksinya. Dengan demikian, gap yang diminta supaya layak terlalu besar. Di ruas Serang—Panimbang, konsorsium WIKA bermitra dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk. serta PT Jababeka Tbk. yang mengajukan dokumen penawaran.

Sebelumnya, PT Waskita Toll Road yang juga dinyatakan lolos prakualifi kasi tak memasukkan dokumen penawaran tender. Selain itu, pemenang untuk ruas Cileunyi— Sumedang—Dawuan di Jawa Barat yang dilelang bersamaan dengan Serang—Panimbang juga telah ditetapkan, yakni Konsorsium PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.

Sementara itu, untuk ruas tol Tebingtinggi—Parapat di Sumatra Utara, BPJT masih menanti PT Hutama Karya bersama dengan PT Waskita Karya Tbk. dan PT Jasa Marga Tbk. dalam melengkapi dokumen pembentukan anak usaha patungan. Selanjutnya, dia menargetkan penandatanganan PPJT bagi ketiga ruas itu dilakukan pada akhir Januari 2017.

“Proposal Tebingtinggi—Parapat belum masuk. Kami cek lagi, tapi prosesnya akan lebih sederhana. Komitmen dari kawankawan Januari 2017 itu sudah bisa barengan tanda tangan PPJT-nya. Juga nantinya dengan penjaminan.”