Produksi Pertamina EP Nyaris Capai Target Tahun Ini

Produksi Pertamina EP Nyaris Capai Target Tahun IniPertamina EP menyebut, terdapat enam proyek di wilayah kerja kelolaannya yang sudah dikembangkan hingga akhir Mei 2017. (Zabur Karuru)

Jakarta, CNN Indonesia — PT Pertamina EP mencatat produksi minyak sebesar 85 ribu barel per hari hingga akhir Mei 2017. Produksi tersebut mencapai 94 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sekitar 90 ribu barel per hari. Sementara itu, produksi gas tercatat sebesar 969 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) di periode yang sama, atau 93 persen dari target tahun ini 1.041 MMSCFD.

Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, seluruh produksi lapangan kelolaan perusahaan terbilang fluktuatif, namun cenderung stabil di kisaran angka target produksi. Dari lima aset kelolaan perusahaan, saat ini Pertamina EP Aset 4 dianggap sebagai wilayah kerja (WK) yang sudah mencapai target.

Meski demikian, Nanang mengaku, target produksi perusahaan akhirnya tak mencapai target pada tahun lalu. Pasalnya, ada beberapa sumur yang dibor di akhir tahun lalu, tetapi belum menunjukkan hasil yang diinginkan. Namun, ia optimistis target produksi pada tahun ini bisa mencapai target.

“Kami masih mempunyai banyak potensi lain untuk dikembangkan dalam rangka mencapai target produksi nasional,” ujar Nanang melalui siaran pers dikutip Senin (5/7).

Untuk mencapai target produksi sesuai RKAP, perusahaan akan melakukan percepatan dan penambahan rencana kerja seperti pengeboran, kerja ulang sumur (workover), hingga percepatan penyusunan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) bagi sumur-sumur eksplorasi.

Di samping itu, Nanang mengatakan bahwa ada enam proyek di WK kelolaan Pertamina EP yang sudah dikembangkan hingga akhir Mei 2017. Proyek itu terdiri dari Paku Gajah Development Project di Sumatera Selatan, Pondok Makmur Development Project di Bekasi, Matindok Gas Development Project di Sulawesi Tengah, Cikarang Tegal Pacing di Jawa Barat, Jawa Gas Development Project di Cepu, dan Jirak Phase-1 Development Project di Sumsel.

Nanang mengatakan, seluruh proyek Pertamina masih berjalan dan sudah ada yang beroperasi. Dia mencontohkan proyek Matindok yang ditargetkan berproduksi penuh akhir Juni 2017 dengan kapasitas 50 MMSCFD.

“Matindok sudah commisioning, bahkan pernah kami lakukan penjualan. Tapi karena ada yang belum sinkron, kami adakan perbaikan. Pada 4 Juni, kami mulai lagi produksi dengan gross 65 MMSCFD, produksi bersihnya (nett) 55 MMSCFD,” katanya.

Karena perusahaan belum mencapai target produksi tahun ini, menurut dia, perusahaan perlu melakukan efisiensi agar laba bisa tetap kinclong. Beberapa efisiensi yang dilakukan adalah mengevaluasi biaya yang tidak langsung berhubungan dengan produksi, biaya operasional, dan renegosiasi kontrak dengan perusahaan jasa migas.

“Kami lakukan renegosiasi, biar sama-sama bangkit dari kondisi saat ini. Kegiatan itu kedepan akan terus dilakukan, biar profit terjaga karena produksi belum tercapai,” imbuhnya.

Adapun hingga April 2017, anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu migas ini telah menggelontorkan belanja modal sebesar US$114,28 juta atau 14,68 persen dari target sebesar US$778 juta. Sebagian besar belanja modal itu dialokasikan untuk kegiatan workover dan pemeliharaan fasilitas produksi perusahaan.

“Upaya perusahaan agar mencapai target adalah dengan percepatan dan penambahan rencana kerja dalam rangka mencapai produksi 100 ribu barel per hari,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pertamina EP membukukan pendapatan sebesar US$802 juta atau 28,54 persen dari target tahun ini sebesar US$2,81 miliar. Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat US$192 juta atau 32,21 persen dari target laba bersih sebesar US$596 juta hingga akhir tahun mendatang. (agi)

Source : cnnindonesia.com