Produksi Gas Blok Mahakam Ditarget 916 MMscfd di 2018

Suasana pengeboran sumur di Blok Mahakam, Kalimantan Timur. – Antara/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – Target produksi gas dari Blok Mahakam ditarget sebesar 916 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) pada 2018 mengacu pada rencana kerja dan anggaran (work plan & budget/WP&B).

PT Pertamina (Persero) resmi mengelola Blok Mahakam setelah menerima peralihan Wilayah Kerja Mahakam dari Total E&P Indonesie (TEPI) mulai 1 Januari ini.

Berdasarkan data SKK Migas, per November 2017, Blok Mahakam memproduksi minyak dan kondensat sebesar 52.000 barel per hari (bph) dan 1.360 MMscfd gas.

Adapun, mengacu pada WP&B 2018 yang telah disetujui, target produksi menjadi lebih rendah yakni 42.010 bph minyak dan 916 MMscfd gas. Target tersebut akan dicapai melalui pengeboran sumur pengembangan 69 sumur, 132 workover sumur, 5.623 perbaikan sumur, serta pengajuan rencana pengembangan lanjutan (plan of further development/PoFD) atas lima lapangan.

Padahal, sebelumnya, Pertamina menargetkan produksi sebesar 1.100 MMscfd dan minyak/kondensat sebesar 48.000 barel per hari (bph).

Dari sisi kegiatan, sebelumnya akan dilaksanakan 55 pengeboran sumur pengembangan, 125 kegiatan kerja ulang (workover) dan perawatan 5.500 sumur (well service).

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher mengatakan pihaknya mempertimbangkan pembahasan teknis dari sisi kemampuan reservoir dan keekonomian.

“Saya tidak tahu yang 1.100. Detailnya memang hampir 1.000. Sudah melalui pembahasan teknis kita juga membahas reservoir dan keekonomian,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (1/1/2018).

Dari data Pertamina, produksi gas diperkirakan naik menjadi 1.207 MMscfd dari kondisi seharusnya sekitar 782 MMscfd pada 2019.

Produksi pun diproyeksikan naik di 2020 menjadi 1.268 MMscfd dari kondisi seharusnya 551 MMscfd. Angka produksi di kisaran 1.200 MMscfd akan tetap bertahan hingga 2022 saat kondisi sesungguhnya, tanpa upaya penambahan pengeboran sumur yakni 274 MMscfd.

Kemudian, pada 2023, produksi gas Mahakam diperkirakan masih berada di kisaran 1.122 MMscfd ketika kondisi sesungguhnya produksi hanya 193 MMscfd tanpa upaya penambahan produksi.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso mengatakan untuk 2018 pihaknya telah menetapkan target produksi untuk 2018 yakni gas sebesar 1.100 MMscfd dan minyak/kondensat 48.000 bph.

Selain itu, di 2018 rencananya dilakukan pengajuan lima rencana pengembangan lanjutan (plan of further development/PoFD). Rencananya, tahun depan pihaknya akan mengeluarkan biaya US$1,8 miliar dengan US$700 juta untuk investasi dan US$1,1 miliar biaya operasi. “Produksi sudah di-lock di WP&B, 1.100 MMscfd,” ujarnya.

Source : bisnis.com