PLN Siap Lelang 15 Ribu Megawatt Proyek Pembangkit Listrik

Galih Gumelar, CNN Indonesia
Rabu, 08/02/2017 12:58 WIB
40Lelang proyek ini sebagian besar akan dimulai pada bulan Februari dan diharapkan sebagian bisa rampung pada kuartal I 2017. (www.pln.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia — PT PLN (Persero) berencana melelang proyek ketenagalistrikan dengan kapasitas 15 ribu megawatt (MW) di tahun 2017, yang terdiri dari lelang bagi pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) dan konstruksi (Engineering, Procurement, and Construction/EPC).

Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan, tender ini sebagian besar dimulai pada bulan Februari. Ia berharap sebagian lelang bisa dirampungkan pada kuartal I 2017, atau paling lambat semester I 2017.

“Lelang termasuk EPC sekitar 14 ribu hingga 15 ribu MW, Februari sekarang dibuka. Paling lambat semester I ini selesai semua,” ujar Iwan, Selasa malam (7/2).

Lebih lanjut ia menjelaskan, lelang ini terdiri dari dua jenis proyek, yaitu lelang baru dan sisa lelang tahun kemarin yang tidak jadi dilakukan (carry over). Menurutnya, lelang carry over yang masuk di tahun ini sebesar 10 ribu MW.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6 ribu MW merupakan lelang bagi IPP dan sisa 4 ribu MW adalah lelang EPC bagi pembangkit PLN. Meski tidak merinci nama proyeknya, sebagian besar calon proyek tersebut tersebar di luar Jawa.

“Di Jawa memang sudah sedikit, di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi itu banyak tender bagi IPP,” jelasnya.

Banyaknya lelang carry over ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah. Salah satunya adalah belum adanya peraturan harga batubara bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang.

Untungnya, kepastian itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 24 Tahun 2016. Namun, karena beleidnya terbit di akhir tahun, PLN belum mempersiapkan tendernya kembali.

“Di samping itu, pada tahun lalu juga terdapat kendala di tata ruang, karena tata ruang PLN dan daerah harus sinkron. Karena kalau sudah tender menang, itu sulit. Selain itu juga ada keterlambatan internal kami, tapi kami yakin ini masih bisa dijaga,” jelasnya.

Meski ada beberapa paket yang belum dilelang, PLN yakin target operasional pembangkit ini tak akan berubah. “Kebanyakan yang PLN bangun itu adalah pembangkit skala kecil, sehingga kalau masuk program 35 ribu MW, harusnya bisa selesai 2019,” pungkas Iwan.

Menurut data Kementerian ESDM akhir tahun lalu, terdapat pembangkit listrik dengan kapasitas 17.350 MW yang belum dilakukan kontrak EPC atau perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA). Angka tersebut mengambil porsi 48,69 persen dari rencana pembangunan pembangkit sebesar 35.627 MW.

Sebanyak 5.991 MW, atau 34,53 persen dari total pembangkit yang belum memasuki masa kontrak atau PPA, merupakan jatah PLN. Sementara itu, PLN dan IPP belum menandatangani PPA dengan kapasitas sebesar 11.359 MW. (gir)