Pinjaman Jepang untuk Proyek PLTGU Muara Karang Cair Maret 2017

Senin 02 Jan 2017, 17:47 WIB — Michael Agustinus – detikFinance

10Foto: Lamhot Aritonang

Jakarta – PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Muara Karang Ekspansi berkapasitas 500 Megawatt (MW) akan mencapai tahap financial close (penuntasan pembiayaan), yaitu tahap ketika proyek sudah mendapatkan kepastian kredit untuk pendanaan, pada Maret 2017.

Proyek senilai Rp 3,9 triliun ini akan dibiayai dengan utang dari konsorsium yang dipimpin oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Setelah pinjaman dari JBIC cair di Maret 2017, proyek PLTGU Muara Karang masuk ke tahap konstruksi alias mulai pembangunan.

Sebelumnya pada 31 Agustus 2016, kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) proyek ini telah ditandatangani. PLN menunjuk Konsorsium Mitsubishi-Wijaya Karya untuk mengerjakan EPC PLTGU Muara Karang.

“PLTGU Muara Karang Ekspansi sudah kontrak, kita berharap awal tahun 2017 sudah financial close, kira-kira bulan Maret,” kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Murtaqi Syamsuddin, kepada detikFinance, Senin (2/1/2017).

Selain PLTGU Muara Karang Ekspansi 500 MW, proyek pembangkit lain yang akan memperkuat pasokan listrik ke Jakarta adalah PLTGU Tanjung Priok 800 MW dan PLTGU Muara Tawar 600 MW.

Ketiga proyek pembangkit yang merupakan bagian dari program listrik 35.000 MW ini ditargetkan rampung seluruhnya pada tahun 2019. PLTGU Tanjung Priok akan selesai paling awal, 1 unit dari pembangkit ini mulai beroperasi pasa 2018.

“PLTGU Tanjung Priok yang duluan, sudah financial close September 2016 kemarin, sekarang sudah konstruksi. 2018 kita harapkan sudah ada 1 unit dulu yang mulai operasi. Setelah itu baru PLTGU Muara Karang,” tutupnya. (mca/ang)

Source : detik.com