Pertamina: Tidak Ada Kontraktor Tertarik Garap Blok East Kalimantan

09 November 2016, 09:13 WIB
Oleh : Duwi Setiya Ariyanti

Bisnis.com, JAKARTA–PT Pertamina (Persero) menilai tak ada kontraktor yang tertarik Blok East Kalimantan, wilayah kerja yang dikembalikan Chevron kepada pemerintah pada awal 2016.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan bila bicara soal keekonomian pengembangan lapangan, katanya, Blok East Kalimantan (EKAL) memang tak cukup menarik bagi kontraktor. Tak heran, pada awal 2016, Chevron sebagai operatornya memilih menyerahkannya kepada pemerintah.

blok-mahakam

Berdasarkan catatan Bisnis, produksi minyak di EKAL sebanyak 24.000 barel per hari (bph) minyak dan gas sebanyak 60 million standard cubic feet per day (MMscfd).

“Kalau kami bicara soal keekonomian saja, mungkin tidak terlalu menarik tapi kan daerah itu buat siapa saja tidak ada yang tertarik,” ujarnya usai menghadiri paparan kinerja Pertamina kuartal III /2016 di Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Menurutnya, hal tersebut pun sudah disampaikan perseroan kepada Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar dalam sebuah diskusi.

Arcandra, ujar Alam, menanyakan apa yang diusulkan Pertamina. Pada kesempatan itu, tutur Alam, pihaknya menyarankan agar beban biaya pencopotan dan restorasi lokasi (abandonment and site restoration/ASR) bisa direstrukturisasi karena membuat kegiatan di blok tersebut kian tak ekonomis.

“Yang membebani kami di East Kalimantan itu ASR yang dari PSC lama. Kalau itu dibebankan ke kami, cukup berat keekonomian [proyeknya],” kata Alam.

Lebih lanjut, bila pengelolaan Blok East Kalimantan jatuh ke tangan perseroan, pihaknya akan mengintegrasikan kegiatan dengan beberapa blok yang berdekatan karena berada di bagian selatan Kalimantan Timur seperti Blok Mahakam dan Blok Sanga-Sanga yang belum ditetapkan kontraktor barunya.

“Kebetulan kan itu East Kal Block yang di utara dan selatan ada Mahakam, Sanga-Sanga, ada Pertamina EP. Jadi secara keseluruhan jadi satu komplek, nanti diintegrasikan [pengelolaannya],” kata Alam.

 Source : bisnis.com