Pertamina targetkan konstruksi Kilang Cilacap Oktober 2018

| 1.602 Views

Pewarta: Faisal Yunianto

20150702antarafoto-kilang-pertamina-balikpapan-020715-wsj-2ilustrasi Pembangunan Kilang Minyak Pertamina Petugas keamanan berjaga di kawasan Kilang Minyak V Pertamina Balikpapan di Kalimantan Timur, Kamis (2/7/15). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf ()

Jakarta (ANTARA News) – PT Pertamina (Persero) menargetkan pelaksanaan konstruksi proyek Pengembangan Kilang Cilacap bisa dilaksanakan pada Oktober 2018 setelah desainnya rampung.

“Pertamina dan Saudi Aramco sudah menunjuk Amec Foster Wheeler Energy Limited sebagai pelaksana studi Basic Engineering Design (BED) proyek pengembangan Kilang Cilacap,” kata Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero), Rahmad Hardadi di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan Pengembangan Kilang Cilacap merupakan bagian dari Refining Development Masterplan Program (RDMP) Pertamina. “Sembilan bulan ke depan paling lama design-nya sudah selesai, agar bisa dilanjutkan dengan proses konstruksi yang ditargetkan mulai pada Oktober 2018,” katanya.

Menurut Rahmad Hardadi, pengembangan Kilang Cilacap ditargetkan tuntas dan beroperasi pada 2022. Pertamina menargetkan kapasitas kilang pengolahan minyak meningkat menjadi 1.610.000 barel per hari (bph) pada 2025 melalui RDMP lima kilang utama, yakni Kilang Plaju, Dumai, Cilacap, Balikpapan serta kilang Balongan.

Saat ini kebutuhan BBM nasional adalah 1.578.000 bph, sementara kapasitas kilang saat ini hanya mampu memproduksi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 850.000 bph. Defisit pasokan BBM inilah yang kemudian dipenuhi dari impor.

Rahmad menegaskan proyek pengembangan yang dilakukan akan menambah kapasitas produksi Kilang Cilacap hingga 370 ribu barel per hari (bph), dari kapasitas saat ini sebesar 300 ribu bph. Selain itu, kompleksitas produksi kilang juga akan semakin meningkat dan menghasilkan produk BBM dengan standar Euro 5.

“Selain produksi bensin dan diesel, kapasitas petrokimia juga akan meningkat, yakni aromatic meningkat hingga 600 KTPA dan polypropylene hingga 160 KTPA,” ungkap Rahmad.

Menurut Rachmad, tahapan saat ini merupakan kemajuan yang signifikan. Untuk melakukan proyek sebesar ini keberadaan mitra strategis dengan kemampuan teknik dan finansial yang mumpuni sangat diperlukan.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menambahkan implementasi pengembangan Kilang Cilacap semakin jelas dan akan membuat kilang tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Asia.

“Saudi Aramco tekadnya membuat kilang Cilacap sebagai kilang terbaik di Asia. Kami siapkan investasi 5 miliar dolar AS untuk proyek tersebut,” kata Dwi.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Source : antaranews.com