Pertamina Segera Rampungkan Kajian Pengembangan Blok East Natuna

Pertamina Segera Rampungkan Kajian Pengembangan Blok East Natuna

Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa kajian mengenai teknologi yang cocok untuk pengembangan dan pemasaran gas Blok East Natuna (Technology and Marketing Review/TMR) akan segera rampung dan diserahkan pada pemerintah pekan depan.

“Kami rencanakan TMR paling lambat minggu depan bisa diserahkan ke pemerintah,” kata SVP Upstream Business Development Pertamina, Denie Tampubolon, kepada detikFinance, Selasa (30/5/2017).

Dengan kandungan CO2 yang mencapai 70%, memang tak mudah untuk mengembangkan gas di Blok East Natuna. Harus dicari teknologi yang tepat agar CO2 bisa dipisahkan dari gas dan tidak mencemari udara. Butuh investasi besar untuk pengembangan gas, tentu harus ada margin yang layak bagi investor.

Selain teknologi untuk pengembangannya, gas dari East Natuna juga harus memperoleh pembeli dulu. Investor tentu akan rugi besar kalau pengembangan sudah dilakukan namun tidak ada yang mau membeli gasnya. Maka percepatan pengembangan Blok East Natuna harus dilakukan dengan cermat.

Setelah TMR selesai, penyusunan Production Sharing Contract (PSC) Blok East Natuna baru bisa dimulai. Berdasarkan TMR, dapat diketahui insentif-insentif apa saja yang dibutuhkan agar pengembangan Blok East Natuna cukup ekonomis bagi investor.

Menurut jadwal, rencananya Pertamina bersama ExxonMobil dan PTT akan menandatangani PSC East Natuna pada 2018. Blok ini merupakan ladang gas terbesar Indonesia, cadangannya mencapai 46 triliun kaki kubik (TCF) alias 4 kali lipat Blok Masela.

East Natuna masuk dalam 9 garis batas di Laut Cina Selatan yang diklaim China sebagai wilayahnya. Maka blok ini harus segera dikembangkan untuk menegaskan kedaulatan Indonesia di perairan Natuna. (mca/mkj)

Source : detik.com