Pengusaha Optimistis Paket Ekonomi XI Turunkan Dwelling Time

Husen Miftahudin    •    30 Maret 2016 07:58 WIB

dweling timeIlustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengapresiasi langkah pemerintah menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi XI. Ia meyakini Paket Ekonomi XI ini mampu mencapai target dwelling time dan memaksimalkan Indonesia National Single Window (INSW) di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Paket Kebijakan Ekonomi XI menjadi sinyal positif pemerintah untuk mengoptimalkan fasilitas pengajuan permohonan perizinan secara tunggal melalui portal INSW untuk pemrosesan perizinan,” ujar Carmelita dalam rilisnya, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Penerapan Indonesia Single Risk Management dalam sistem INSW berdasarkan identitas tunggal dan penyatuan informasi pelaku usaha untuk kegiatan ekspor impor menjadi landasan profil risiko dan single treatment dalam pelayanan perizinan di kementerian/lembaga. Meski sejak Paket Ekonomi I masih banyak kebijakan yang sulit diimplementasikan lantaran keterbatasan kementerian/lembaga.

Namun demikian, Carmelita yakin Paket Ekonomi XI yang telah dilengkapi petunjuk pelaksanaan (Juklak), tak akan menyulitkan dunia usaha dalam pengurusan berbagai perizinan di tingkat kementerian/lembaga.

“Terus terang, dunia usaha mengharapkan setiap paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan agar disertai kesiapan pengimplementasian di tingkat K/L,” papar dia.

Terkait dwelling time, Carmelita meminta pemerintah tidak menyamakan Indonesia dengan Singapura dan Malaysia. Menurutnya, dua negara tetangga itu hanya menjadikan pelabuhan sebagai transhipment (pelabuhan perpindahan kapal).

“Kita itu seperti Thailand dan Filipina di mana pelabuhannya adalah pelabuhan akhir. Kita lihat saja berapa hari (waktu bongkar muat barang) di mereka,” jelasnya.

Dia mengapresiasi langkah cepat Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang berhasil menekan dwelling time menjadi empat hari. Namun di sisi lain, dia berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas akibat adanya puluhan tiang penyanggah di jalur tol Tanjung Priok.

“Sebanyak 69 tiang penyangah itu sangat mengganggu meski aktivitas kargo di Pelabuhan Tanjung Priok sudah turun 30 persen. Nah, tinggal  bagaimana pemerintah mengatasi kemacetan di tol Tanjung Priok dan menjalankan INSW secara benar.  Itu perlu waktu dan uji coba berkali-kali,” pungkas Carmelita.

(AHL)

Source : Metrotvnews.com