Pemangkasan Produksi Minyak OPEC Belum Tentu Diperpanjang pada 2019

Ilustrasi pengeboran minyak. – Bloomberg/Jeyhun Abdulla

Bisnis.com, JAKARTA –¬†Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) belum membahas rencana perpanjangan pemangkasan produksi minyak mentah pada 2019.

Hal itu disampaikan oleh Presiden OPEC yang juga Menteri Minyak Uni Emirat Arab Suhail Mohamed Al Mazrouei dalam acara konferensi CERAWeek Energy di Houstan, AS, Senin (5/3) waktu Indonesia.

Dia menegaskan, OPEC saat ini masih fokus untuk mengurangi pasokan minyak global.

“Kami merasa masih ada beberapa ketidakpastian pasar,” katanya saat akan mengikuti konferensi CERAWeek seperti dikutip Reuters, Senin (5/3) WIB.

Anggota OPEC dan beberapa negara non-OPEC sepakat untuk memangkas produksi minyak sebanyak 1,8 juta barel per hari (bph) untuk menguras pasokan minyak mentah dunia.

Perjanjian tersebut dimulai pada Januari 2017 dan berjalan sampai akhir tahun ini.

Pemotongan produksi oleh anggota OPEC dan non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia telah membantu menstabilkan harga minyak hingga bertengger di kisaran US$61 per barel saat ini dari titik terendah pada awal 2016 US$27 per barel.

Arab Saudi mengatakan pekan lalu pihaknya berharap kesepakatan tersebut dapat dilanjutkan pada tahun depan dan diikuti oleh kerangka kerja permanen untuk menstabilkan pasar minyak setelah kesepakatan tersebut berakhir.

“Tidak ada pembicaraan tentang itu [memperpanjang pemangkasan produksi minyak sampai 2019) pada saat ini,” kata Mizrouei.

Mizrouei juga mengatakan bahwa kartel minyak tahun lalu membahas penurunan produksi minyak Venezuela dan menawarkan bantuan teknis untuk membantu memulihkan produksi output negara di Amerika Selatan tersebut. Produksi minyak Venezuela turun 13% pada 2017 ke level terendah selama 28 tahun terakhir, yaitu sekitar 2,07 juta bph. “OPEC percaya Venezuela akan dapat membangun kembali produksinya,” kata Mizrouei.

Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko baru-baru ini membentuk sebuah kelompok kerja untuk mengatasi dampak potensial pada negara-negara Karibia di AS yang membatasi impor minyak mentah Venezuela. Negara-negara Karibia menerima subsidi BBM dan mendapatkan penghasilan dari penyediaan fasilitas penyimpanan dan pengapalan minyak yang digunakan oleh perusahaan minyak PDVSA yang dikelola Venezuela.

Source : bisnis.com