Pelindo III Sertifikasi 500 Pekerja Bongkar Muat

Terminal Peti Kemas Semarang – Pelindo III

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) melakukan sertifikasi kepada 500 pekerja bongkar muat seiring dengan arus kunjungan kapal asing yang butuh ditangani dengan standar internasional.

Direktur SDM Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Toto Heli Yanto mengatakan kompetensi pekerja bongkar muat harus ditingkatkan agar bisa menangani bongkar muat kapal berbendera asing secara profesional. Dia menambahkan peningkatan kompetensi tidak hanya ditujukan agar kinerja pelabuhan tetap efisien, tapi juga menjamin kesehatan dan keselamatan kerja (K3) operasional di pelabuhan.

“K3 ini tidak hanya demi pekerja operasional di terminal, tapi juga untuk pengguna jasa, mulai dari kru kapal hingga pemilik barang,” tegas Toto dalam keterangan tertulis, Jumat (16/3/2018).

Direktur Utama Pelindo Daya Sejahtera (PDS) Ali Sodikin menyatakan program sertifikasi diawali dengan pelatihan Basic Safety Training (BST) oleh Improvement Center Pelindo III (ICP) yang dikelola oleh PDS. ICP bekerja sama dengan Politeknik Pelayaran Semarang dan Politeknik Pelayaran Surabaya untuk menggelar pelatihan dan sertifikasi selama 9 hari.

Dia menerangkan pelatihan dan sertifikasi merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang tepat untuk diberikan kepada Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang ada di pelabuhan.

“Upaya pengembangan bisnis saat ini sudah tidak bisa lagi dipisahkan dengan peningkatan skill tenaga kerja,” ujar Ali.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya Dwi Haryanto menuturkan meski sudah tersertifikasi oleh Kementerian Tenaga Kerja, pekerja bongkar muat Pelindo III akan kembali dilatih agar layak disertifikasi oleh Poltekpel Surabaya. Sertifikasi lanjutan ini merujuk pada konvensi internasional untuk pelatihan dan sertifikasi, Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW).

“Sejak Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diterapkan beberapa tahun lalu, kita harus aktif meningkatkan kompetensi dan sertifikasi pekerja lokal, agar daya saingnya tidak kalah atau bahkan tergantikan oleh pekerja asing,” jelasnya.

Sementara itu, SVP HC Services Pelindo III Edi Priyanto mengungkapkan sertifikasi pekerja bongkar muat diharapkan bisa menjadi teladan bagi pekerja lain. Hal ini sejalan dengan proses transformasi perseroan yang bertumpu pada sumber daya manusia (SDM) di samping proses bisnis dan teknologi.

Source : bisnis.com