Pelindo II & Perusahaan Malaysia Siapkan Terminal Baru Di Cirebon

Hadijah Alaydrus – Selasa, 02/08/2016 01:42 WIB

pelabuhan-cirebonPelabuhan Cirebon

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) berencana menjalin kerjasama dengan perusahaan pengembang kawasan properti asal Malaysia, PT Amanah Nusantara International, dalam pengembangan pelabuhan di Cirebon, Jawa Barat.

Bentuk awal kerja sama ini dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PT Amanah Nusantara International (PT ANI) pada, Senin (1/8/2016), kedua belah pihak dan disaksikan oleh Menteri Perdagangan Malaysia Y.B. Dato’ Sri Mustapa Mohamed serta Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) Elvyn G. Masassya mengatakan perjanjian ini merupakan bentuk inisiasi untuk mengembangkan pelabuhan di Cirebon, sehingga perhitungan pasti biaya investasinya belum ada.

“ Dari MoU ini akan kita tindak lanjuti dengan membuat tim yang merencanakan pengembangannya seperti itu. Baru dari situ, kita hitung investasinya berapa porsi dari PT Amanah Nusantara International dan berapa porsi dari Pelindo II,” ujarnya, pada hari yang sama.

Menurutnya, pengembangan pelabuhan ini juga merupakan bentuk kerjasama dengan Kabupaten Cirebon yang sejak awal berniat mengembangkan infrastruktur di Cirebon, termasuk pelabuhan dan kawasan industri.

Nantinya, dia memaparkan rencana pembangunan pelabuhan ini mengikuti pengembang kawasan industri di dekatnya. Rencananya, Pelindo II akan membangun terminal baru di dekat pelabuhan eksisting, Pelabuhan Cirebon.

Riry Syerid Jetta, Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan, mengungkapkan terminal baru yang akan dibangun terletak di lokasi yang berbeda, namun masih berdekatan.

“Dengan adanya gagasan ini, kita akan mengembangkan tambahannya di dekat pelabuhan eksisting. Pelabuhan Cirerbon akan tetap ada karena pelabuhan ini pelabuhan tertua di Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian, dia memaparkan perusahaan berencana memindahkan aktivitas pelabuhan curah seperti batubara dan semen untuk dipindahkan ke terminal baru ini yang terintegrasi dengan kawasan industri. “Kita akan memilah semua bahan baku yang masuk dalam bentuk curah bagi industri berat dan sebagainya akan dialihkan.”

Sayangnya, dia belum dapat membeberkan lokasi pasti dari terminal ini. Namun, lokasi tersebut tidak akan jauh dari pelabuhan eksisting Cirebon.

Dalam waktu dekat, Pelindo II akan melakukan feasibility study untuk melihat seberapa besar prospek pengembangan kawasan industri di Cirebon. Berdasarkan rencana, kawasan pelabuhan disediakan lahan 50 hektare dan kawasan industri sebanyak 200 hektare dengan pengembangan total seluas 10.000 hektare.

Bagi terminal baru ini, dia mengungkapkan aksesnya akan sangat mudah dibandingkan dengan pelabuhan eksisting yang terletak di tengah kota, karena dekat dengan jalan tol dan memiliki akses kereta api.
Minat Malaysia

Presiden Direktur PT Amanah Nusantara International Ishtiaq M. Khan mengaku minat Malaysia untuk investasi di Cirebon sudah dimulai dua tahun yang lalu.

“Jadi kita prediksi bahwa Jakarta akan berpindah ke luar. Jakarta sudah terlalu padat dan kita melihat dari arah ekonomi dan industri akan berkembang ke arah Cirebon. Tidak mungkin ke arah Bandung, apalagi Banten,” ungkapnya.

MoU kerja sama dengan pemerintah Cirebon untuk membangun infrastruktur kota ini sudah dimulai pada 2010. Adapun proyek yang disepakati a.l. kawasan industri, kota baru, pelabuhan, PLTU, dan perikanan. Selama dua tahun, dia mengaku pihaknya memastikan semua perizinan dan birokrasi berjalan dengan baik.

“Dengan itu PT Amanah Nusantara International menjadi jembatan bagi pengusaha Malaysia supaya bisa berinvestasi di Kabupaten Cirebon,” paparnya.

Khusus untuk kawasan industri, dia mengaku pihaknya dan pemerintah Cirebon akan memulai groundbreaking pada awal 2017. Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi menuturkan kawasan industri ini meliputi semua sektor baik manufaktur dan barang konsumsi.

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Source : bisnis.com