PASAR GAS ALAM CAIR – LNG Domestik Masih Tersisa 3 Kargo

JAKARTA — Sebanyak tiga kargo gas alam cair domestik yang berasal dari Kilang Bontang yang dioperatori oleh PT Pertamina (Persero) belum terserap pasar.

Kepala Divisi Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas Sampe L. Purba menjelaskan, pemerintah masih mencari pembeli untuk tiga kargo gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang belum terkontrak untuk tahun ini.

Bisnis mencatat hingga Februari, terdapat 38 kargo LNG yang tersisa dari Kilang Bontang dan Kilang Tangguh. Kendati demikian, 35 kargo di antaranya sudah terjual sehingga saat ini 3 kargo masih dicari pembelinya.

Sampe menjelaskan, pihaknya akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri untuk ketiga kargo tersebut.

“Kalau ada pembeli domestik yang mau, kami akan memprioritaskan untuk kebutuhan domestik,” katanya dalam acara Gas Indonesia Summit and Exhibition (GIS), Rabu (16/3).

Dia berharap agar konsumsi domestik dapat menyerap 60 kargo LNG pada 2016. Sekitar 80% di antaranya akan dipergunakan untuk keperluan pembangkit listrik. “PLN adalah pembeli utama LNG kami.”

Di sisi lain, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana menambah kargo LNG untuk tahun ini. Kepala Divisi Gas dan Bahan Bakar Minyak PLN Chairani Rachmatullah menyatakan, saat ini PLN telah memiliki kontrak LNG jangka panjang sebanyak 34 kargo.

Kontrak tersebut berlaku hingga 10 tahun ke depan. “Tapi demand kami sudah di atas itu,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Dia berharap agar tahun, ini bisa menambah kontrak LNG hingga 40-45 kargo, sehingga ada tambahan kontrak sejumlah 6-11 kargo.

Chairani menyebutkan, pihaknya telah bernegosiasi dengan Pertamina sebagai operator Bontang dan BP untuk Tangguh, sehingga volume LNG terkontrak yang diharapkan bisa tercapai.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menuturkan, setiap tahunnya jatah gas untuk konsumen dalam negeri terus naik. Pada tahun lalu, jatah gas untuk domestik tercatat hanya 3.848 BBTUD dari produksi 6.933,27 BBTUD. Tahun ini, jatah gas domestik naik sebesar 7,69%.

PIPA PGN
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menargetkan membangun 110.000 sambungan gas bumi di seluruh daerah di Indonesia hingga 2019. Pembangunan infrastruktur gas bumi tersebut diklaim di luar penugasan pemerintah yang menggunakan APBN.

Dirut PGN Hendi Prio Santoso menjelaskan, pihaknya akan menambah jaringan gas rumah tangga 110.000 pada 2016-2019 menggunakan dana perusahaan. “Semuanya dibangun dengan dana sendiri, tanpa mengandalkan APBN,” kata Hendi di Jakata, Rabu (16/3).

Menurutnya, dengan tambahan jaringan gas tersebut, jumlah pelanggan rumah tangga PGN akan menjadi 217.000 rumah dibandingkan sebelumnya 107.000 rumah tangga. Selain rumah tangga, PGN juga menyalurkan gas bumi ke industri besar dan pembangkit listrik yang saat ini jumlahnya mencapai 1.529 pelanggan.

“PGN juga menyalurkan gas bumi ke usaha kecil menengah atau UKM dan komersial seperti hotel, rumah sakit hingga mal yang jumlahnya saat ini lebih dari 1.850 pelahggan.” (Annisa L Ciptaningtyas).

Source : Bisnis Indonesia – 17 Maret 2016