PAL Genjot Bisnis

Teknisi mengecat kapal yang diperbaiki di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/8). – ANTARA/Didik Suhartono

JAKARTA—Perusahaan galangan kapal pelat merah PT PAL Indonesia tengah memperkuat lini bisnis pemeliharaan kapal militer dan niaga.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh menyatakan tren pembelian kapal baru di dunia terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, semakin banyak perusahaan yang menunda pembelian kapal baru lantaran harga kapal terus melonjak. Akhirnya, pembeli kapal menjadi lebih tertarik dengan kapal bekas yang lebih murah.

Budiman menyatakan tren penurunan belanja kapal baru justru berbanding terbalik dengan laju pertumbuhan belanja operasional pemeliharaan kapal.

“Pemilik kapal biasanya meningkatkan operational cost untuk pemeliharaan kapal supaya usia operasionalnya lebih lama. PAL ingin menguatkan kembali bisnis home docking service,” ujarnya, pekan lalu.

Perseroan tengah menjalin kerja sama untuk pemanfaatan fasilitas docking milik Pertamina di Sorong. PAL nantinya dapat memanfaatkan fasilitas itu untuk pengerjaan proyek pemeliharaan kapal di bagian timur Indonesia.

“Dengan pemanfaatan dok di Sorong, PAL bisa menangani pekerjaan pemeliharaan di wilayah Timur. Kami dapat mereparasi kapal pemerintah, swasta, dan militer.”

Menurutnya, fasilitas galangan eksisting milik PAL tengah banyak mengerjakan pesanan kapal militer pemerintah. Beberapa di antaranya merupakan pengerjaan kapal patroli TNI AL, yaitu kapal cepat rudal KCR-60 dan kapal pengangkut landing platform dock sepanjang 124 meter.

“Pesanan sekarang lebih banyak dari pemerintah, terutama untuk pembuatan kapal militer. Tapi tetap streamline business kami di samping pembangunan kapal baru juga pemeliharaan dan perbaikan,” ujarnya.

Perseroan tengah kembali menjajaki peluang ekspor kapal militer dengan sejumlah negara Asean dan Afrika. Sejumlah negara, seperti Malaysia, Thailand, Senegal, Gabon, Guyana Bissau, Pantai Gading tengah membuka lelang pengadaan kapal patroli dengan spesifikasi sesuai kemampuan PT PAL. “Mereka sekarang sedang masuk tahap penawaran harga untuk kapal militer. Semoga pada 2018 PAL bisa kembali going abroad,” ujarnya.

Source : bisnis.com