Newmont Nusa Tenggara Ganti Nama

03 November 2016, 00:30 WIB – Lukas Hendra TM
52Lokasi penambangan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat – Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA – Seiring dengan diselesaikannya proses transaksi pengambilalihan kepemilikan saham di PT Newmont Nusa Tenggara sebesar 82,2% oleh PT Amman Mineral Internasional, perusahaan tambang tembaga tersebut akan berubah nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Pada, Rabu (2/11/2016),  PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) mengumumkan bahwa proses transaksi pengambilalihan kepemilikan saham di PTNNT sebesar 82,2% oleh PT Amman Mineral Internasional (PTAMI) telah selesai dilakukan dengan lancar.

Dengan selesainya proses transaksi tersebut, pemilik saham PTNNT dan aset-aset terkait lainnya kini sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan nasional, yakni PT Amman Mineral Internasional (PTAMI) yang menguasai 82,2% kepemilikan saham dan PT Pukuafu Indah (PTPI) sebagai pemegang saham sebanyak 17,8%.

PTAMI adalah perusahaan Indonesia yang pemegang sahamnya adalah AP Investment dan Medco Energi. Dalam proses transaksi pembelian saham PTNNT ini, PTAMI didukung oleh sebuah konsorsium perbankan Indonesia dan internasional.

“Sebagai perusahaan nasional, PTNNT akan berganti nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT),” kata Rachmat Makkasau, Presiden Direktur PTNNT, yang ditunjuk kembali oleh pemegang saham baru menjadi Presiden Direktur PTAMNT dalam keterangan resminya, Rabu (2/11/2016), malam.

Dia menambahkan, dengan nilai dan budaya yang telah dibangun untuk bisnis ini, pihaknya merasa optimistis akan dapat meningkatkan serta mengembangkan rasa saling percaya dan pengertian akan masa depan yang lebih baik dan kokoh  dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah Indonesia, mitra bisnis, dan masyarakat setempat.

Kepemilikan PTAMNT oleh PTAMI merupakan langkah maju bagi bangsa Indonesia dan PTAMNT berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia demi keberhasilan pembangunan negara.

Source : bisnis.com