Naik Tipis, Harga Minyak Masih Rentan Pelemahan

Naik Tipis, Harga Minyak Masih Rentan PelemahanRiset dari analis Commerzbank meramal, tingkat kepatuhan anggota OPEC akan pembatasan produksi akan terus melemah. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Senin (29/5) dan memulihkan penurunan harga minyak sepanjang pekan lalu.

Dikutip dari Reuters, perdagangan pada hari Senin terbilang sepi seiring Cina, Amerika Serikat, dan Inggris yang tengah mengalami hari libur. Meski harga menguat, pelaku pasar sangsi bahwa aksi perpanjangan pemangkasan produksi yang dilakukan organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) bisa menopang harga minyak.

Sebagai informasi, OPEC dan beberapa produsen minyak sepakat untuk memperpanjang periode pemangkasan produksi sebesar 1,8 juta barel per hari hingga Maret 2018 mendatang.

Meski begitu, harga Brent LCOc1 hanya menguat US$0,14 per barel ke angka US$52,29 per barel. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) ditutup menguat US$0,19 per barel ke angka US$49,99 per barel.

Beberapa analis menilai bahwa perpanjangan pembatasan produksi selama sembilan bulan tidak akan cukup untuk mencapai keseimbangan pasar.

Riset dari analis Commerzbank meramal, tingkat kepatuhan anggota OPEC akan pembatasan produksi akan terus melemah. Apalagi, sejauh ini, pemangkasan produksi yang dilakukan sejak Januari 2017 hanya mampu membawa harga minyak di kisaran US$50 per barel.

Selain itu, terdapat pula ancaman dari peningkatan produksi minyak AS. Sekadar informasi, produksi minyak AS telah bertambah 10 persen sejak pertengahan 2016 sehingga membuat produksi AS menjadi 9,3 juta barel per hari.

Aktivitas pengeboran AS juga terus bertambah selama 19 pekan berturut-turut. Menurut Baker Hughes inc, hingga pekan lalu, jumlah pengeboran mencapai 722 aktivitas atau yang tertinggi sejak April 2015.

Kalau pun angka pengeboran tak bertambah, Goldman Sachs memprediksi bahwa produksi AS akan meningkat 785 ribu barel per hari secara year-on-year antara kuartal empat 2016 dan kuartal empat 2017. (agi/agi)

Source : cnnindonesia.com