Minim Gairah, Harga Minyak Mentah Kembali Melesu

Minim Gairah, Harga Minyak Mentah Kembali MelesuHal ini disebabkan peningkatan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang diikuti dengan minimnya sentimen positif terhadap harga minyak. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).

Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak mentah dunia turun pada penutupan perdagangan Kamis (16/11). Hal ini disebabkan peningkatan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang diikuti dengan minimnya sentimen positif terhadap harga minyak.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$0,51 per barel atau sekitar 0,8 persen menjadi US$61,36 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun US$0,19 per barel atau sekitar 0,3 persen menjadi US$55,14 per barel.

Penyebab utama melemahnya harga minyak dunia karena meningkatnya produksi dari kilang-kilang minyak di Negeri Paman Sam.

Lihat juga : Kawasan Industri Harus Dekat Sumber Energi Terbarukan

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) mengatakan, produksi minyak mentah AS meningkat sekitar 14 persen sejak pertengahan 2016 menjadi 9,62 juta barel per hari (bph). Selain itu, data mingguan juga menunjukkan peningkatan produksi yang terus berlanjut.

Lalu, data Administrasi Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) menyebutkan, persediaan pasokan minyak mentah AS naik menjadi 1,9 juta barel hingga pekan kedua November.

Sementara, produksi minyak mentah AS diperkirakan akan terus meningkat dan mencetak rekor terbaru di angka 9,65 juta bph. Bila hal ini terjadi, artinya peningkatan produksi mencapai 15 persen sejak pertengahan 2016.

Di sisi lain, sentimen positif terhadap harga minyak mentah dunia masih belum ada. Para analis melihat, satu-satunya harapan yang bisa mengerek harga minyak adalah kepastian dari perpanjangan kebijakan pembatasan produksi dari Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC).

Sayangnya, kepastian kebijakan OPEC baru akan ditentukan para anggotanya pada pertemuan 30 November mendatang di Wina, Austria. Hal ini membuat para analis yakin bahwa tak ada sentimen pemicu harga sampai OPEC menentukan sikap.

Sepanjang tahun ini, OPEC dan Non OPEC sepakat membatasi produksi minyak mentah sekitar 1,8 juta bph mulai 1 Januari 2017 hingga Maret 2018. Namun, belakangan para anggota OPEC memberi sinyal akan kembali memperpanjang kebijakan ini selepas Maret 2018. Tujuannya, untuk mendongkrak harga minyak mentah dunia.

Lihat juga : Bea Cukai dan Ditjen Migas Berkongsi Fasilitasi KKKS

(lav)

Source : cnnindonesia.com