Menteri ESDM Lanjutkan Kunjungan ke Badan Litbang

05 November 2016, 03:05 WIB
Oleh : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan beserta Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Jumat (4/11), melakukan tatap muka langsung dengan pejabat dan staf Badan Penelitian dan Pengembangan (Badan Litbang) ESDM di Cipulir, Jakarta.

Pertemuan tersebut menyusul rangkaian tatap muka lain yang telah terlebih dahulu dilaksanakan di Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas), Ditjen Mineral dan Batubara (Minerba), Ditjen Ketenagalistrikan, Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM, Sekretariat Dewan Energi Nasional, dan BPH Migas.

Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) bersama Wamen ESDM Arcandra Tahar (kanan) meninggalkan ruangan seusai upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10). Presiden melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, sementara Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM pada sisa masa tugas Kabinet Kerja 2014-2019. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Spt/16

Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) bersama Wamen ESDM Arcandra Tahar (kanan)

Acara tatap muka dimulai dengan One on One Meeting Menteri dan Wakil Menteri ESDM dengan jajaran pejabat dan peneliti di Badan Litbang ESDM. Rapat ini dimulai dengan paparan oleh Kepala Badan Litbang mengenai capaian, tantangan, serta isu hukum terkait Badan Litbang.

Saat ini, Badan Litbang ESDM telah memiliki 21 Hak Paten, 8 Hak Paten Sederhana, 27 Hak Cipta, dan 1 Merek, baik di sektor Migas, Ketenagalistrikan, EBTKE, Minerba, maupun Geologi Kelautan.

Seusai pemaparan oleh Kepala Badan Litbang, Menteri ESDM, mengatakan bahwa penelitian harus dapat diterapkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. “Ada satu hal di antara hasil penelitian sampai manfaat kepada masyarakat itu yakni komersialisasi. Saya minta hasil penelitian ini bisa dijual, apakah bayar royalti dan sebagainya, sehingga Badan Litbang bisa mendapatkan penerimaan lebih dari anggaran yang dialokasikan setiap tahunnya,” ujar Jonan dalam rilisnya, Jumat (4/11) malam.

Lebih lanjut, Menteri ESDM juga menyebutkan bahwa penelitian yang dilakukan harus bersumber dari kebutuhan masyarakat. “Tolong peneliti banyak berkomunikasi dengan masyarakat. Dicari kebutuhannya apa. Jangan meneliti hanya atas dasar aspirasi sendiri,” tutur Menteri ESDM.

Source : bisnis.com