Mekanisme Pertamina untuk Lepas Sebagian Saham Blok Mahakam

Mekanisme Pertamina untuk Lepas Sebagian Saham Blok MahakamPT Pertamina bisa mengalihkan sebagian sahamnya ke mitra kerjanya, setelah memberikan 10 persen saham hak partisipasi kepada Pemda. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta, CNN Indonesia — Per 1 Januari 2018, pemerintah telah menyerahkan pengelolaan blok minyak dan gas (migas) Mahakam, Kalimantan Timur kepada PT Pertamina (Persero). Sebelumnya, ladang gas ini selama 50 tahun lebih telah dikelola oleh Total E&P.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengungkapkan, setelah pengelolaan Blok Mahakam diberikan sepenuhnya kepada perseroan, Pertamina diharuskan memberikan saham hak partisipasi atau Participating Interest (PI) sebesar 10 persen kepada Pemerintah Daerah. Hal tersebut, menurut dia, sudah diamanatkan Peraturan Menteri (Permen ESDM) Nomor 37 Tahun 2016.

“Pengertian daerah ini adalah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Nah ini dibagi,” ujar Amien dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (10/1).

Terkait penentuan besaran nilai saham untuk daerah, lanjut Amien, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak pemerintah provinsi, dengan dikonsultasikan dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan terlebih dahulu.

“Kalau (pemprov Kaltim) tidak bisa memutuskan (nilai), Menteri ESDM yang akan memutuskan,” ujar Amien.

Lihat juga:Tak Capai Target, Investasi Hulu Migas Tahun Lalu US$9,33 M

Selanjutnya, Pemerintah mengizinkan perseroan untuk melepas kepemilikan saham maksimal sebesar 39 persen dengan memberikan kebebasan dalam mencari mitra kerjanya.

“Kalau itu direalisasikan, maka Pertamina share-nya menjadi 51 persen, daerah 10 persen, pihak lain 39 persen. Tapi itu, kalau itu direalisasikan,” ujarnya.

Pada tahap akhir ini, kebebasan yang diberikan Pemerintah kepada perseroan diharapkan mampu menumbuhkan bisnis hulu Migas yang baik pada perusahaan tersebut.

Lihat juga:Jokowi Ingin Freeport ‘Kalah’ soal Divestasi Saham

Share down tahap ketiga itu adalah urusan Pertamina dan diselesaikan business to business. Sepenuhnya diserahkan Pertamina. Kalau kalkulasi Business to Business, tentunya Pertamina akan memperhitungkan keuntungan Pertamina,” tutur Amien.

Pemerintah pun berharap kepada Pertamina untuk dapat meningkatkan atau setidaknya menjaga produksi Blok Mahakam agar tidak turun, dengan biaya operasi siefisien mungkin.

Sebagai informasi, produksi rata-rata migas pada Blok Mahakam di 2017 pada saat pengalihan pengelolaan sebesar 52 ribu BPOD (minyak dan kondesat) dan 1.351 MMSCFD (gas). (agi)

Source : cnnindonesia.com