Medco Raup Laba Bersih US$185 juta Tahun Lalu

Medco Raup Laba Bersih US$185 juta Tahun LaluBlock A, di Aceh yang dikelola Medco Energi. (Dok. Medco).

Jakarta, CNN Indonesia — PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco) mencatat laba bersih sebesar US$185 juta sepanjang tahun lalu. Angka ini berbalik dibanding capaian 2015 yang rugi US$188 juta.

Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro bangga dengan capaian perusahaan di tengah kondisi bisnis yang tidak menentu. Ia mengatakan, pencapaian ini dikontribusi dari langkah perusahaan dalam mengakuisisi unit-unit usaha yang strategis.

Tercatat, sepanjang 2016, perseroan melakukan akuisisi tidak langsung PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar 40,89 persen.

Di bisnis hulu migas, perusahaan mengakuisisi hak partisipasi (Participating Interest/PI) sebesar 40 persen dan hak pengelolaan di blok B South Natuna, menambah PI di Blok A Aceh menjadi 85 persen, dan menyelesaikan proses akuisisi PI milik Lundin Petroleum sebesar 25,8 persen di blok Lematang.

“Di tengah ketidakpastian bisnis, kami mampu melakukan strategi untuk mengakuisisi aset-aset yang strategis dengan nilai yang bersaing. Kami yakin pendapatan operasi kami akan meningkat dan menguntungkan investor, pemberi dana, dan pemangku kepentingan lain,” ujar Hilmi, dikutip Senin (3/4).

Selain itu, Hilmi menekankan bahwa capaian ini diperoleh dari efisiensi finansial yang dilakukan perseroan. Sebagai contoh, Medco Energi berhasil menekan biaya produksi hidrokarbon dari US$12,3 per setara barel minyak (Barrel Oil Equivalent/BOE) di tahun 2015 menjadi US$8,8 per BOE di tahun lalu.

Meski biaya ditekan, namun produksi migas perusahaan meningkat dari 56 ribu setara barel minyak per hari (MBOPD) di tahun 2015 ke angka 66 MBOPD di tahun berikutnya.

“Kami bangga menjadi perusahaan yang kompetitif secara finansial,” ujarnya.

Melengkapi ucapan Hilmi, Chief Executive Officer (CEO) Medco Energi Roberto Lorato berharap capaian ini bisa ditingkatkan tahun ini. Menurut data perusahaan, produksi migas akan ditingkatkan menjadi 75 ribu hingga 85 ribu MBOPD, menekan biaya hulu migas menjadi US$10 per BOE, dan menambah kapasitas terpasang pembangkit listrik dari 1,7 Gigawatt (GW) ke angka 2,1 hingga 2,2 GW.

Selain itu, aksi korporasi yang akan ditempuh korporasi selama tahun ini adalah melanjutkan pengeboran proyek gas Blok A Aceh, merampungkan studi kelayakan proyek fasilitas pemurnian logam (smelter) AMNT, dan pengeboran di blok South Natuna Sea.

“Pada tahun 2016, kami melampaui capaian di semua area. Pada tahun 2017, kami tetap menjaga momentum ini dan tetap fokus mengejar target operasi dan keuangan,” imbuh Lorato. (gen)

Source : cnnindonesia.com