Luhut: Inpex Tak Ada Lagi Masalah di Blok Masela

Luhut: Inpex Tak Ada Lagi Masalah di Blok Masela

Jakarta – Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar sempat memberi peringatan keras kepada operator Blok Masela, Inpex Corporation, awal bulan ini. Pasalnya, perusahaan tersebut tak kunjung mengerjakan Pre Front End Engineering Design (Pre-FEED) alias pra rancangan pengembangan Blok Masela yang baru.

Pre-FEED adalah dasar dari Front End Engineering Design (FEED), yang bakal menjadi Plan of Development (POD) alias rencana pengembangan jika disetujui pemerintah.

POD Masela harus direvisi akibat perubahan skema pengembangan dari offshore menjadi onshore. Kalau revisi POD tak segera selesai, pengembangan tak bisa dimulai, produksi gas dari Masela pasti molor.

Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan kilang LNG Masela harus dibangun di darat (onshore) pada Maret 2016 lalu sampai saat ini, proyek Masela masih belum ada perkembangan signifikan.

Inpex enggan melakukan Pre-FEED karena belum ada kejelasan soal pulau lokasi kilang LNG dan kapasitas produksi gas Blok Masela. Bagi Inpex, pre-FEED tak bisa jalan kalau lokasi kilang dan kapasitas produksi belum diputuskan. Rancangan harus dibuat berdasarkan lokasi dan kapasitas produksi yang jelas.

Tapi masalah-masalah itu sudah selesai, kini Inpex siap memulai pre-FEED dan mempercepat proyek Masela sesuai keinginan pemerintah. Pre-FEED akan dikerjakan dalam 1 tahap saja, tidak dibagi menjadi 2 tahap.

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Panjaitan, mengatakan Jonan dan CEO Inpex pekan lalu telah bersepakat soal kapasitas produksi gas Blok Masela dan lokasi kilang LNG. Proyek tinggal jalan saja.

“Sudah enggak ada masalah, cuma memang sebelumnya ada beda pandangan dengan Pak Jonan dan Pak Arcandra. Pre-FEED mereka maunya dua kali, kita maunya sekali. Dalam pertemuan dengan Pak Jonan di Jepang kemarin sudah diselesaikan,” kata Luhut dalam coffee morning di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Jika Pre-FEED sudah jadi, dilanjutkan dengan FEED, disetujui pemerintah menjadi POD, barulah tahapan-tahapan selanjutnya menuju produksi gas seperti Final Investment Decision (FID), sampai Engineering Procurement and Construction (EPC) bisa dimulai.

Blok Masela yang memiliki cadangan gas hingga 10,7 TCF ditargetkan sudah POD pada 2018 dan mulai memproduksi gas (on stream) pada 2026. (mca/hns)

Source : detik.com