Lima BUMN Bersinergi Bangun Kawasan Kuala Tanjung

Rabu, 13 April 2016 / 16:18 WIB

Pekerja melakukan proses pembangunan lantai jembatan dermaga Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung milik Pelindo I, di Batubara, Sumatera Utara, Jumat (11/3).Antara Foto – Irsan Mulyadi

 

MEDAN. Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan sinergi dalam menyukseskan pembangunan dan pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung yang meliputi Kabupaten Batubara dan Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Sinergi itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) usai “forum group discussion” di Medan, Rabu (13/4).

Lima BUMN yang terlibat dalam penandatangan MoU itu adalah PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 3, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1, dan PT Pertamina.

Penandatangan MoU itu disaksikan Deputi Bidang Usaha Pertambangan dan Industri Strategis Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Surya Wiawan, Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono, dan Komisaris Inalum Chairuman Harahap.

Vice President Strategic Planning and Bisnis Development Pertamina Wahyudi Satoto mengatakan, pihaknya siap menyalurkan sumber energi untuk pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung.

Program yang sedang dilakukan membangun pipa dari Arun ke Belawan untuk menyalurkan gas LNG sepanjang 340 km.

Setelah itu, dibangun pipa gas ke KIM sepanjang 18,5 km dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke pada Maret 2016 yang masih dalam proses “komisioning” atau uji coba peralatan baru yang dalam tahap pengawasan.

“Ke Kuala Tanjung juga akan dibangun sepanjang 21 km, termasuk ke (Bandara) Kualanamu,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya akan meminta masukan riil dari pengelola Kawasan Industri Kuala Tanjung mengenai kebutuhan agar dapat memiliki gambaran mengenai langkah yang dibutuhkan.

Dirut PT. KIM Ruli Adi mengatakan, sinerji BUMN dalam tataran aplikasi saja tidak cukup jika tidak didukung kementerian dan pemda.

Karena itu, pihaknya mengharapkan para direksi BUMN yang terlibat dalam pembangunan Kawasan Industri Kuala Tanjung tersebut tidak boleh memiliki pola pikir parsial.

“Menjadi direksi hanya penugasan saja, bukan milik kita. Sudah tidak zamannya BUMN kerja sendiri-sendiri,” ucapnya, menegaskan.

Sebagai “lead project” dalam pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung, ia membantah jika KEK Sei Mangke akan mati jika kawasan industri itu sudah beroperasi.

“Itu tidak benar, justru mereka akan tersinerji,” ujar Ruli.

Komisaris PT. Inalum Chairuman Harahap mengungkapkan rasa bangganya atas sinerji lima BUMN tersebut dalam pembangunan Kawasan Industri Kuala Tanjung.

Namun, pihaknya juga mengharapkan pemerintah pusat memberikan dukungan penuh. “Semua tergantung pusat. Kalau kementerian sudah memutuskan, selesai sudah,” ujarnya.

Editor Dikky Setiawan – SUMBER : Antara

Source : kontan.co.id