Lelang Blok Migas: Baru 12 Perusahaan Ambil Dokumen

Bisnis.com, JAKARTA–Sejak akses dokumen lelang blok minyak dan gas bumi dibuka pada 29 Mei 2017, tercatat baru 12 perusahaan minyak dan gas bumi yang mengambil dokumennya.

Pada Mei 2017, dalam acara pameran dan konvensi yang digelar Indonesian Petroleum Association (IPA), pemerintah telah menawarkan 15 wilayah kerja baru migas.

Wilayah kerja yang ditawarkan terdiri dari 10 wilayah kerja minyak dan gas bumi konvensional serta 5 wilayah kerja migas dan bumi nonkonvensional.

Adapun 10 blok migas konvensional yang ditawarkan yakni Andaman I, Aceh Utara; Andaman II, Aceh Utara; Merak Lampung, Lampung; South Tuna, Natuna Timur; Tongkol, Natuna Timur; Pekawai, Kalimantan Timur; West Yamdena, Maluku; East Tanimbar, Maluku; Kasuri III, Papua Barat dan Memberamo, Papua Barat.

Sementara, sisanya, blok migas nonkonvensional yakni blok shale gas Jambi I dan Jambi II serta blok gas metana batubara Raja, Bungamas dan West Air Komering.

Dari total 15 blok baru, tujuh blok ditawarkan melalui penawaran langsung. Ketujuh blok tersebut yakni Andaman I, Andaman II, South Tuna, Merak Lampung, Pekawai, West Yamdena dan Kasuri III.

Sisanya, Tongkol, East Tanimbar, Memberamo, blok shale gas Jambi I dan Jambi II serta blok gas metana batubara Raja, Bungamas dan West Air Komering ditawarkan melalui lelang reguler.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengatakan hingga saat ini baru 12 perusahaan yang mengambil dokumen lelang.

“Baru 12,” ujarnya usai menghadiri konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Rincinya, dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat tujuh wilayah kerja yang telah diambil dokumennya. Adapun, empat blok di antaranya ditawarkan melalui penawaran langsung yakni Blok Andaman I dengan satu dokumen, Blok Andaman II dengan lima dokumen, satu dokumen diakses dari Blok Pekawai dan satu dokumen di Blok West Yamdena.

Sisanya, dua dokumen dari Blok East Tanimbar dan masing-masing satu dokumen dari Blok Tongkol dan Blok Mamberamo yang ditawarkan melalui lelang reguler.

Adapun, untuk wilayah kerja yang ditawarkan melalui skema penawaran langsung, batas akses dokumen lelang akan berakhir pada Senin (10/7/2017). Kemudian, batas forum klarifikasi berakhir pada Rabu (12/7/2017). Lalu, batas akhir penyerahan dokumen penawaran sampai pekan berikutnya yakni Senin (17/7/2017).

Sementara itu, untuk skema lelang reguler, batas akses dokumen hingga 15 September. Lalu, forum klarifikasi pada 18 September dan batas penyerahan dokumen penawaran pada 25 September.

Terkait waktu pengambilan dokumen lelang yang hampir berakhir, Wirat menyebut, dalam pertemuan tadi telah dibahas secara detail berikut semua saran dari pelaku usaha. Para perwakilan yang hadir, katanya, akan membicarakan dengan internal perusahaan.

Oleh karena itu, pihaknya pun menanti saran berikutnya dari pelaku usaha berdasarkan hasil pertemuan hari ini. Namun, dia tak menyebut apakah akan memberi tambahan waktu untuk proses lelang pada skema penawaran langsung ini.

Pada skema penawaran langsung, biasanya, telah terdapat perusahaan yang melakukan kajian bersama di suatu wilayah kerja. Perusahaan yang telah melakukan kajian bersama memiliki kewenangan khusus untuk memenangkan lelang penawaran blok migas.

Source : bisnis.com