Laporan Produksi AS Kembali Tekan Harga Minyak

Galih Gumelar, CNN Indonesia
Rabu, 08/03/2017 08:14 WIB
Laporan Produksi AS Kembali Tekan Harga MinyakHarga minyak Brent berjangka melemah US$0,09 ke angka US$55,92 per barel. Sementara itu, harga minyak WTI turun US$0,06 ke angka US$53,14 per barel. (REUTERS/David Mdzinarishvili).
Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak melemah tipis pada perdagangan Selasa (7/3) setelah ekspektasi pertumbuhan produksi minyak AS menahan dampak dari pernyataan Arab Saudi yang mengatakan fundamental pasar minyak menuju ke arah yang lebih baik.

Dikutip dari Reuters, Menteri Minyak Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan, kesepakatan antara organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan non-OPEC dalam membatasi produksi telah membantu keseimbangan baru bagi permintaan dan penawaran di pasar minyak dunia.

Kendati demikian, Falih mengatakan bahwa itu terjadi karena Arab Saudi memangkas produksi lebih besar dari angka yang dijanjikan sebelumnya. Akibatnya, produksi minyak Arab Saudi berada di bawah 10 juta barel per hari.

Ia juga menyatakan OPEC tidak akan membiarkan produsen minyak rival kartel minyak itu untuk mengambil manfaat dari kenaikan harga yang ditimbulkan kesepakatan pemangkasan produksi.

Namun, harga minyak mengalami tekanan setelah produksi minyak non-konvensional AS melonjak pasca harga minyak West Texas Intermediate menyentuh angka US$50 per barel.

Energy Information Administration (EIA) AS memperkirakan, produksi minyak AS akan mencapi 9,2 juta barel per hari sepanjang tahun 2017 dan 9,7 juta barel per hari pada tahun 2018.

Jika itu terjadi, maka produksi minyak AS akan mencapai puncaknya setelah rekor 9,6 juta barel di tahun 1970.

Hasilnya, harga minyak Brent berjangka melemah US$0,09 ke angka US$55,92 per barel. Sementara itu, harga minyak WTI menurun US$0,06 ke angka US$53,14 per barel.

Harga minyak kembali melemah 0,7 persen pasca perdagangan setelah American Petroleum Association (API) melaporkan bahwa persediaan minyak AS pada pekan lalu mencapai 11,6 juta barel, atau lima kali lipat dibanding perkiraan analis.

Jika kenaikan produksi ini dikonfirmasi EIA AS, maka kenaikan ini akan terjadi selama sembilan pekan berturut-turut. (gir).