Lantik Pejabat ESDM Jadi Pimpinan SKK Migas, Ini Tujuan Jonan

Selasa 28 Feb 2017, 20:19 WIB

Michael Agustinus – detikFinance

Lantik Pejabat ESDM Jadi Pimpinan SKK Migas, Ini Tujuan JonanFoto: Lamhot Aritonang

Jakarta – Menteri ESDM, Ignasius Jonan, melakukan perombakan di tubuh Kementerian ESDM dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sore ini.

Djoko Siswanto, salah seorang pejabat eselon II di Ditjen Migas Kementerian ESDM, dilantik oleh Jonan menjadi Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas.

Sebelum dilantik, Djoko diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Teknik Lingkungan Migas Kementerian ESDM.

Apa tujuan Jonan menempatkan Djoko di SKK Migas?

Ditemui usai pelantikan, Djoko mengaku mendapat tugas khusus dari Jonan, yaitu mengefisienkan biaya operasi hulu migas nasional. Jonan meminta Djoko untuk menurunkan cost recovery (biaya operasi hulu migas yang dapat diklaim kontraktor kepada negara) paling sedikit 5%.

“Ada (tugas khusus), efisiensi di sektor hulu, efisiensi biaya operasi. Targetnya 5% tahun ini dari tahun lalu. Itu saja, bagaimana caranya nanti lah,” kata Djoko, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Lantik Pejabat ESDM Jadi Pimpinan SKK Migas, Ini Tujuan Jonan

Foto: Michael Agustinus

Sasaran utama efisiensi adalah kntraktor-kontraktor yang produksinya menurun. Khusus untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang produksinya naik, adanya peningkatan cost recovery masih dapat ditoleransi.

“Kalau dia produksi bisa meningkat, cost meningkat enggak apa-apa, wajar kalau biayanya meningkat,” ujarnya.

Menurut Djoko, pemangkasan cost recovery harus dilakukan untuk mengamankan penerimaan negara. Kalau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tidak efisien, cost recovery membengkak, penerimaan negara jadi berkurang.

Padahal sekarang harga minyak sedang anjlok. Agar penerimaan negara tak makin tergerus, cost recovery harus dipangkas. “Harga minyak lagi rendah, kita harapkan semua melakukan efisiensi,” tegasnya.

Selain menekan cost recovery, Djoko juga ditugaskan mendorong penggunaan produk-produk dalam negeri di sektor hulu migas. “Di bawah saya juga ada divisi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), saya mengawasi itu juga. Kita upayakan meningkat dari tahun kemarin,” tutupnya.

Djoko sebelumnya pernah menjadi Direktur BBM Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, lalu Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM, dan terakhir Direktur Teknik Lingkungan Kementerian ESDM. (mca/wdl.

Source : detik.com