Kontrak Pertamina di Blok Mahakam Akan Direvisi

Michael Agustinus – detikfinance
Rabu, 07/09/2016 15:57 WIB
3Foto: Ari Saputra
Jakarta -Menko Kemaritiman sekaligus Plt Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan, siang ini memanggil jajaran PT Pertamina (Persero) dan Total E&P, untuk rapat membahas perkembangan Blok Mahakam.

Pertamina ingin mulai berinvestasi di Blok Mahakam pada awal 2017, meski kontrak Total di sana baru habis 31 Desember 2017. Alasannya untuk menjaga produksi minyak dan gas di Blok Mahakam.

Total dipastikan akan memangkas investasi baru di 2017. Kalau tak ada investasi untuk pengeboran sumur eksplorasi, produksi pasti anjlok saat pengelolaan Blok Mahakam dialihkan ke Pertamina pada 1 Januari 2018.

Tapi sudah ada titik terang untuk Pertamina. Syamsu Alam mengatakan, pemerintah telah memastikan PT Pertamina Hulu Mahakam, anak usaha Pertamina yang akan menjadi operator Blok Mahakam, bisa ikut menyusun Work Program and Budget (WP&B) Blok Mahakam untuk 2017 dan mulai berinvestasi.

“Rapat memastikan bahwa Pertamina Hulu Mahakam bisa melakukan Work Program and Budget di 2017, bisa masuk WP&B, dan nanti setelah 2018 bisa di-cost recovery. Tadi dari diskusi ada beberapa opsi. Mungkin langsung bisa di-cover di dalam PSC. Amandemen PSC,” kata Alam, usai rapat di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Dia menjelaskan, pemerintah akan mengamandemen kontrak bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC) Pertamina di Blok Mahakam. Dalam PSC akan ditambahkan klausul yang mengizinkan Pertamina mulai berinvestasi mulai 2017. Investasi tersebut juga dijamin dapat diklaim sebagai cost recovery.

“Amandemen PSC mengakomodir bahwa kita nanti di 2017 kan sudah harus bisa melakukan aktivitas. Tapi harus dijamin juga bahwa aktivitas kita itu bisa di-cost recovery. Klausulnya dimasukan dalam amandemen PSC,” papar Alam.

Klausul baru dalam PSC ini akan menjadi payung hukum Pertamina untuk investasi di Blok Mahakam mulai tahun depan, tidak perlu ada tambahan payung hukum lain.

Peraturan Tata Kelola (PTK) dari SKK Migas, yang sebelumnya direncanakan akan dibuat untuk Pertamina di Blok Mahakam, sudah tidak diperlukan lagi. “Kayaknya nggak perlu. Dari PSC saja lebih kuat,” ucapnya.

Alam ingin revisi PSC segera dilakukan oleh Kementerian ESDM dan SKK Migas supaya Pertamina bisa lekas memulai investasi di Mahakam. “Secepatnya. Yang harus menyelesaikan adalah SKK Migas dan ESDM,” pungkasnya. (wdl/wdl)

source : detik.com