Komoditas — Tertekan Sentimen Jumlah Rig, Harga Minyak Lanjut Melemah

Maret 13 / 2017 — 13:35 WIB
Oleh : Renat Sofie Andriani
Ilustrasi harga minyak mentah turun – Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah turun ke level terendahnya dalam tiga bulan pada perdagangan hari ini (Senin, 13/3/2017), akibat tertekan oleh para pembor AS yang terus menambah jumlah rig.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak April 2017 melemah 0,82% atau 0,40 poin ke US$48,09 per barel pada pukul 12.34 WIB, setelah dibuka turun tipis 0,08% atau 0,04 poin di posisi 48,45.

Adapun, patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Mei 2017 melemah 0,66% atau 0,34 poin ke level US$51,03, setelah dibuka dengan kenaikan 0,23% atau 0,12 poin di posisi 51,49.

Baik minyak WTI dan Brent ditutup turun tajam lebih dari 1% pada akhir pekan lalu, menyusul laporan lonjakan pada persediaan minyak mentah AS ke level tertingginya serta kenaikan mingguan pada jumlah rig AS.

Menurut paparan Baker Hughes, seperti dilansir Reuters, para pembor AS menambah rig minyak untuk pekan kedelapan berturut-turut di saat perusahaan energi meningkatkan pengeluaran untuk mengambil keuntungan dari pemulihan pada harga minyak mentah sejak organisasi negara-negara penghasil minyak bumi (OPEC) sepakat untuk memangkas produksi tahun lalu.

Para pembor AS menambah delapan rig pada pekan terakhir sehingga meningkatkan jumlah rig menjadi 617, level tertinggi sejak September 2015.

OPEC dan sejumlah produsen minyak utama termasuk Rusia mencapai kesepakatan penting tahun lalu untuk memangkas produksi sebesar hampir 1,8 juta barel per hari (bph) selama paruh pertama 2017.

Membayangi langkah pemangkasan minyak, jumlah stok minyak mentah di AS, konsumen minyak terbesar dunia, melonjak sebesar 8,2 juta barel pekan lalu.

“Dengan pasar yang masih mencerna kenaikan besar pada persediaan, harga minyak cenderung akan tetap tertekan hari ini,” papar ANZ bank dalam risetnya.

Michael McCarthy, chief market strategist CMC Markets, pasar juga akan didominasi oleh ekspektasi bahwa bank sentral AS Federal Reserve bersiap untuk menaikkan suku bunganya pekan ini.

Kenaikan pada suku bunga AS dapat menopang dolar serta membuat nilai minyak dalam greenback menjadi lebih tinggi bagi negara-negara pengimpor yang menggunakan mata uang lainnya.

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Source : bisnis.com