KERJA SAMA BUMN: RI-Aljazair Teken MoU Pengembangan Hulu Migas

Zufrizal – Rabu, 28/09/2016 07:34 WIB

18Pengeboran minyak

Bisnis.com, ALJIR — Pertamina bersama dengan Sonatrach, badan usaha milik negara minyak dan gas bumi Aljazair menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding pengembangan di sektor hulu migas.

Penandatanganan kerja sama kedua BUMN migas beda negara itu dilakukan oleh Dirut Pertamina Dwi Sutjipto (ketiga kiri) dan Chairperson & CEO Sonatrach Amine Mazouzi (kanan) disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Aljazair Safira Machrusah (kedua kiri), Menteri Energi Aljazair Noureddine Boutrafa, dan Dirjen Migas RI I Gusti Nyoman Wiratmaja, Selasa (27/09/2016) malam atau Rabu dini hari waktu Indonesia bagian Barat.

Acara itu berlangsung di sela-sela pelaksanaan Forum Energi Internasional Ke-15 Tingkat Menteri di Aljir, Ibu Kota Aljazair sejak Senin (25/9/2016) hingga Rabu (28/09/2016).

“Kami percaya melalui kerja sama tersebut akan membuat kami bersama-sama mencapai kesuksesan berdasarkan nota keseahaman ini,” ujarnya ketika memberi sambutan menjelang acara penandatanganan kerja sama dengan Sonatrach.

Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari kesepahaman yang sudah dicapai kedua perusahaan migas itu pada 2012.

“Pertamina memiliki aspirasi penting untuk meningkatkan eksistensinya di luar negeri, termasuk di Aljazair. Penandatanganan nota kesepahaman ini akan menjadi landasan bersama antara Pertamina dan Sonatrach untuk terus tumbuh dan berkembang tidak hanya di Aljazair, melainkan juga melihat kesempatan dan peluang kerja sama di belahan dunia lainnya,” kata Dwi .

Dirjen Migas Wiratmaja mengatakan pemerintah akan mendorong lebih banyak lagi banan usaha di dalam negeri, khususnya yang berstatus BUMN untuk berkiprah di mancanegara seperti yang dilakukan oleh Pertamina. Hal itu dimaksudkan agar perusaahan-perusahaan itu nantinya bias menambah cadangan migas REI.

Pertamina menyebutkan melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi, perusahaan itu terus menggenjot peningkatan kontribusi produksi migas dari luar negeri. Hingga Agustus 2016, produksi PIEP telah mencapai 120.590 barrel oil equivalent per day (boepd) atau 15,38% di atas target perusahaan sebesar 104.950 boepd.

Kontribusi terbesar produksi dari aset luar negeri Pertamina, bersumber dari Irak dengan tingkat produksi net to share 43.7000 boepd, disusul oleh Aljazair dengan produksi net to share sebesar 41.130 boepd dan Malaysia 35.770 boepd.

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Source : bisnis.com