Kemenhub Bangun Dry Port di Perbatasan

Lokasi proyek pembangunan Terminal Barang Internasional Entikong, Kalimantan Barat.

Bisnis.com, ENTIKONG — Kementerian Perhubungan tengah membangun terminal barang internasional di dekat pos lintas batas Entikong, Kalimantan Barat. Program konstruksi telah mencapai 40% dan ditargetkan rampung tahun ini.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan terminal barang sangat penting bagi kelancaran arus barang internasional di wilayah perbatasan. Selama ini, arus barang belum terkonsolidasi secara optimal, terlebih untuk arus ekspor.

“Ini pesan dari Presiden, saya minta sebelum Desember sudah beroperasi. Jadi, November 2018 akan kami resmikan,” ujarnya di Entikong, Jumat (23/2/3018).

Budi Karya menambahkan selain fungsi terminal barang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga membuat fasilitas tambahan seperti pojok etalase produk unggulan Kalimantan Barat. Dia menekankan fasilitas untuk kuliner juga akan dibuat karena Kemenhub ingin terminal barang juga nyaman bagi pekerja maupun pelancong.

Saat ini, pembangunan terminal barang internasional Entikong telah memasuki tahap ketiga dengan biaya mencapai Rp76,46 miliar. Tahap terakhir ini mencakup pembangunan gudang, jembatan timbang, gedung pengelola, dan fasilitas pendukung seperti kantin.

Sementara itu, dalam tahap pertama dan kedua yang sudah rampung, biaya pembangunan mencapai masing-masing Rp9,2 miliar dan Rp48,72 miliar. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp134,38 miliar.

Budi Karya menuturkan jalan akses terminal barang akan dipisahkan dengan jalan umum seperti Terminal Inland Tebadau, Malaysia. Tebadau hanya berjarak kurang dari satu kilometer dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Seluruh arus barang dari dan menuju Indonesia dipusatkan di terminal tersebut.

Source : bisnis.com