Kekhawatiran Peningkatan Produksi Buat Harga Minyak Drop

46e234ca-3854-46b6-93d6-3ccd16cb6443_169 Pada bulan Juli, produksi organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) tercatat meningkat. (REUTERS/Edgar Su)

Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak turun 2 persen pada Selasa waktu Amerika Serikat. Hal ini seiring aksi produsen minyak jumbo dunia yang terus memompa persediaan dan menyebabkan investor khawatir peningkatan harga minyak terlalu cepat dalam beberapa waktu terakhir.

Dikutip dari Reuters, produksi organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) meningkat di bulan Juli, meski analis memperkirakan bahwa produksinya melemah. Adapun pada bulan lalu, produksi OPEC malah meningkat 90 ribu barel per hari yang disebabkan oleh kenaikan produksi Libya.

Padahal, negara-negara anggota OPEC beserta Rusia sudah sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari mulai 1 Januari 2017 silam hingga Maret tahun depan. Ini dilakukan, guna mengurangi kelebihan persediaan minyak.

Lihat juga :Pemerintah Siap Tambah Utang ke Pertamina Bila Subsidi Naik

Hasilnya, harga Brent LCOc1 melemah US$0,94 per barel ke angka US$51,98 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah AS turun US$1,01 per barel ke angka US$49,16 per barel.

Pelaku pasar masih menanti laporan persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) dan data resmi pemerintah AS pada hari Rabu setempat. Dari sisi permintaan, British Petroleum mengatakan bahwa permintaan berpotensi meningkat 1,4 juta barel hingga 1,5 juta barel per hari.

Lihat juga : Harga Minyak Berlanjut Menanjak

Source : cnnindonesia.com