Ke Malaysia, Luhut Sodorkan Blok East Natuna Pada Petronas

Rabu 31 Aug 2016, 21:00 WIB – Michael Agustinus – detikFinance

Foto: Grandyos Zafna

Jakarta – Dalam kunjungannya ke Malaysia kemarin, Menko Kemaritiman sekaligus Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan menawarkan peluang kerja sama pengelolaan Blok East Natuna kepada Petronas.

Saat ini, pemerintah tengah memberi penugasan khusus pada Pertamina untuk mengembangkan Blok East Natuna. Petronas diminta ikut bekerja sama membantu Pertamina.

“Kemarin saya bicara di Malaysia, ada bilateral meeting dan ketemu sama Deputy Prime Minister Malaysia, kita ingin Petronas masuk bersama-sama Pertamina di sana (East Natuna),” kata Luhut saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (31/8/2016).

Kata Luhut, Petronas sudah menguasai teknologi untuk pemisahan CO2. Maka Petronas dapat membantu Pertamina menggarap Blok East Natuna. Sebab, gas di East Natuna memiliki kandungan CO2 sangat tinggi sampai 70%.

“Di East Natuna ada gas CO2-nya itu, mereka (Petronas) rupanya teknologinya juga ada, mereka lagi pertimbangkan (ikut kerja sama). Pertamina kan ikut dengan saya (ke Malaysia), lagi membicarakan itu,” tuturnya.

Luhut juga membuka kesempatan jika Petronas ingin masuk ke blok-blok di perairan Natuna selain East Natuna. “Mungkin ada blok lain yang mau kita tawarkan juga,” ujar dia.

Ladang gas East Natuna, sambungnya, perlu segera dikembangkan untuk menegakan kedaulatan Indonesia. “Saya kira bagus sekali karena kita ingin segera jalan kegiatan ekonomi di sana,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Blok East Natuna memiliki cadangan gas sebesar 46 TCF, terbesar di Indonesia, sekitar 4 kali lipat cadangan gas di Blok Masela. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan agar pengembangan Blok East Natuna dikebut.

Sebab, lokasi Blok East Natuna termasuk dalam 9 garis batas di Laut Cina Selatan yang diklaim China sebagai wilayahnya. Maka blok ini harus segera digarap untuk menunjukkan kedaulatan Indonesia, harus ada aktivitas.

Pertamina sudah memastikan tidak akan sendirian mengelola East Natuna. BUMN perminyakan Indonesia ini akan menggandeng ExxonMobil dan PTT Thailand. Ketiga perusahaan tersebut yang akan menjadi pemegang kontrak alias Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok East Natuna. Kini Luhut menjajaki Petronas juga ikut masuk.

(dna/dna)

Source : detik.com