Kapasitas Kilang Pertamina akan Ditingkatkan Jadi 2,5 Juta Barel/Hari di 2030

Michael Agustinus – detikfinance – Selasa, 19/04/2016 17:40 WIB

Pic 7Foto: Grandyos Zafna

Jakarta -Saat ini, kebutuhan BBM Indonesia mencapai 1,5 juta barel per hari. Tetapi kapasitas kilang milik PT Pertamina (Persero) hanya 1 juta barel per hari. Tetapi, kilang-kilang Pertamina sudah tua, tidak dapat beroperasi maksimal, kapasitas riilnya saat ini hanya 850 ribu barel per hari. Akibatnya, Indonesia mengimpor 47% kebutuhan BBM setiap hari.

Untuk menekan impor BBM ini, Pertamina akan memodifikasi (upgrade) kilang-kilang yang sudah ada dan membangun kilang-kilang baru. Modifikasi kilang juga dilakukan supaya produksi BBM bisa lebih efisien.

“Kondisi kilang Pertamina saat ini, bahwa kita memiliki kilang-kilang yang masih berada dalam kompleksitas index rendah, di mana memang produksinya adalah euro 2. Kondisi ini menyebabkan cost of production milik Pertamina lebih tinggi, meskipun kami berupaya meningkatkan efisiensi,” kata Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/4/2016).

Kilang Cilacap, Balongan, Dumai, Plaju, dan Balikpapan akan dimodifikasi supaya kapasitas dan kompleksitasnya meningkat, teknologinya lebih canggih dan lebih efisien.

“RDMP (Refinery Development Master Plan) akan dilaksanakan di 4 atau 5 kilang besar yaitu Dumai, Plaju, Cilacap, Balongan, dan Balikpapan,” ucap Dwi.

Menurut rencana, Kilang Cilacap Unit IV akan dimodifikasi pada 2018, Kilang Balikpapan Unit V pada 2019. Kilang Cilacap Unit IV pada 2023, Kilang Dumau Unit II dan Kilang Balongan Unit VI pada 2023.

Selain itu, sejumlah kilang minyak baru akan dibangun. Grass Root Refinery (GRR) West 1 Tuban dijadwalkan terbangun pada 2021, GRR East I Bontang pada 2023, dan GRR West 2 dan East 2 Bontang pada 2030.

Dengan pembangunan kilang-kilang baru ditambah upgrade kilang-kilang existing, ditargetkan produksi BBM di dalam negeri bisa mencapai 2,5 juta barel per hari pada 2030.(drk/drk)

Source : detik.com