Kabel Listrik Bawah Tanah PLN Ini ‘Made in Indonesia’

Kabel Listrik Bawah Tanah PLN Ini Made in Indonesia

Jakarta – Hari ini, PLN memulai pengeboran pertama untuk membangun Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) alias ‘kabel listrik bawah tanah’ 150 kV sepanjang 6,2 kilometer (km) dari Marunda sampai Kalibaru.

Berbeda dari biasanya, kabel listrik tak lagi menggantung-gantung di atas menara transmisi, tapi dipendam 3 meter di bawah tanah.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Murtaqi Syamsuddin, mengungkapkan bahwa kabel listrik yang ditanam PLN di bawah tanah ini adalah buatan dalam negeri, ‘Made in Indonesia’. Produsennya adalah PT Kabel Metal Indonesia Wire & Cable Tbk.

“Pekerjaan SKTT 150 kV Marunda Kalibaru ini telah memaksimalkan komponen dan produksi material dari dalam negeri, dimana kabelnya diproduksi oleh PT Kabel Metal Indonesia Wire & Cable Tbk,” kata Murtaqi saat melakukan groundbreaking SKTT di GI Kalibaru, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Baca Juga: PLN Bangun Kabel Listrik Bawah Tanah dari Marunda ke Kalibaru

Ia menjelaskan, kabel bawah tanah punya beberapa kelebihan. Pertama, kabel bawah tanah tak perlu pembebasan lahan.

“Enggak ada (pembebasan lahan) karena ini melalui jalur-jalur yang ditunjuk pemda. Kalaupun ada pembebasan lahan itu sifatnya sementara, jadi kita sewa tempat untuk memasang,” ujarnya.

Kedua, proyek bisa diselesaikan lebih cepat karena tak perlu repot-repot melakukan pembebasan lahan. “Lebih cepat. Kita tahu sendiri lah, ada masalah lahan dan lain-lain. Bisa lebih cepat,” ucapnya.

Ketiga, tidak mengganggu pemandangan, keindahan kota terjaga. “SKTT adalah saluran kabel di bawah tanah, SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) di atas tanah. Kenapa kita di Jakarta sekarang kita banyak menarik dengan kabel di bawah tanah? Simple saja, pihak pemda menginginkan Jakarta sudah diminimalkan kabel-kabel di atas tanah itu supaya keindahan kota terjaga, pelaksanaan pembangunannya juga tidak mengganggu kegiatan publik,” paparnya.

Tapi kekurangannya, biaya untuk pembangunan kabel di bawah tanah lebih mahal ketimbang di atas tanah, bisa sampai 3 kali lipatnya. “SKTT lebih mahal, bisa 2-3 kali lipat,” tukas Murtaqi.

Pekerjaan Pembangunan SKTT 150 kV Marunda Kalibaru ini dilaksanakan oleh PT Karya Mitra Nugraha di bawah kendali PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat dan pengawasan pekerjaan oleh PLN Unit Pelaksana Proyek Jaringan Jawa Bagian Barat 2.

Baca Juga: Begini Cara PLN Bangun Kabel Listrik Bawah Tanah

Total biaya konstruksi yang dibutuhkan sebesar Rp 239 miliar. Pekerjaan SKTT ini memiliki spesiflkasi kabel 150 kV XLPE Cu 1×1200 mm2 (2 sirkit, 3×1 single core cable) dengan jalur rute sepanjang 6,2 kilometer (km) dan joint pit sebanyak 11 JP.

Pekerjaan SKTT 150 kV Marunda-Kalibaru ini diharapkan dapat diselesaikan pada Desember 2017, sehingga akan dapat memberikan kontribusi positif dalam rangka mendukung kegiatan PT Pelindo II (Persero) untuk ekspansi Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Kalibaru. Di samping itu juga dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan PLN kepada seluruh pelanggan. (mca/dna)

Source : detik.com