JUAL BELI GAS – BP Berau Jamin Pasokan Gas PLN

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menandatangani amendemen perjanjian jual beli gas dengan BP Berau Ltd, sebagai operator Kilang Tangguh di Papua Barat untuk mengamankan pasokan pembangkit listrik dalam waktu 4 tahun ke depan.

Kesepatakan tersebut merevisi perjanjian jual beli gas (PJBG) sebelumnya yang diteken pada 17 Oktober 2014. Amendemen PJBG itu mampu mengamankan pasokan gas untuk pembangkit listrik dengan kapasitas 4.284 megawatt (MW).

Penandatanganan yang disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ini telah menyepakati adanya penambahan volume gas yang akas ditransaksikan. Kesepakatan jual beli gas naik menjadi 44 kargo pada 2020-2034 dibandingkan dengan sebelumnya 24 kargo.

Dengan adanya penambahan jumlah kargo tersebut, PLN dapat menurunkan harga dari kontrak yang sudah ada, sehingga perseroan mampu menghemat sekitar Rp2 triliun per tahun atau Rp35 triliun sampai dengan akhir kontrak.

“Penambahan 20 kargo ini akan menambah pendapatan negara US$7,9miliar,” kata Sudirman seusai penandatanganan amendemen kontrak, Jumat (15/4).

Pasokan gas BP ke PLN akan meningkat secara bertahap sejak dimulainya pengiriman pertama hingga 2033. Rinciannya, pada periode pertama dimulai 31 Desember 2016 adalah sebanyak 12 kargo per tahun.

Periode kedua pengiriman adalah 1 Januari 2017 hingga 31 Desember 2019 sebanyak 20 kargo per tahun, periode ketiga 1 Januari 2020 hinga 30 Juni 2034 sebanyak 44 kargo. Volume gas untuk setiap kargao adalah 3.100 BBtu.

BP Asia Pacific President Christina Verchere mengatakan, penantanganan amendemen kontrak ini mampu menjadi penanda penting dan positif bagi perluasan proyek Kilang Tangguh. “Ini merupakan kejadian penting, langkah positif bagi pembangunan proyek Tangguh Train III,” (Annisa L. Ciptaningtyas)

Source : Bisnis Indonesia – 18 April 2016