Jonan Usul Anggaran ESDM di 2017 Dipangkas Rp 291 Miliar

Kamis 20 Oct 2016, 13:06 WIB – Michael Agustinus – detikFinance

13

Jakarta – Dalam rapat kerja perdananya dengan Komisi VII DPR hari ini, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengajukan usulan pengurangan alokasi anggaran Kementerian ESDM dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

Dalam RAPBN 2017, Kementerian ESDM mendapat pagu anggaran Rp 7,31 triliun. Jonan mengusulkan pemangkasan anggaran sebesar Rp 291,5 miliar menjadi Rp 7,02 triliun.

Pemotongan anggaran ini berasal dari berbagai pengeluaran, yang terbesar bersumber dari program Jaringan Gas Rumah Tangga di Ditjen Migas, yakni sebesar Rp 100 miliar.

Jargas rumah tangga pada 2017 awalnya direncanakan akan dibangun untuk 69.200 sambungan rumah tangga (SR), dikurangi 15.500 SR menjadi hanya 53.700 SR.

Jonan mengatakan, jargas untuk 15.500 SR itu akhirnya dicoret karena pembangunannya memang tidak memungkinkan. Kalaupun diteruskan, belum tentu terealisasi.

“Yang pertama dipotong jargas rumah tangga di Ditjen Migas, dikurangi 15.500 SR. Kalau diteruskan belum tentu juga bisa diselesaikan,” kata Jonan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Kemudian pengeluaran lain yang dipotong adalah program Converter Kit Nelayan. Bantuan converter kit untuk nelayan dikurangi dari 28.400 unit menjadi 24.000 unit, anggaran pun dihemat Rp 50 miliar. “Kedua, converter kit nelayan dipotong Rp 50 miliar,” ucapnya.

Lalu dari Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), proyek pembangkit listrik tenaga gasifikasi batu bara (PLTGB) kapasitas 3 megawatt (MW) di Kalimantan Selatan ditunda ke 2018. Anggaran ESDM di 2017 pun dapat dikurangi Rp 48,7 miliar. Proyek ini, kata Jonan, memang belum dapat dilaksanakan tahun depan.

“Ketiga, PLTGB kami tunda karena banyak persiapan yang perlu dilakukan untuk pembangunan ini,” tukasnya.

Proyek di Ditjen EBTKE lainnya, yaitu pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) juga ditunda sehingga ada pengurangan anggaran Rp 39 miliar. “Keempat, PLT Sampah dikurangi Rp 39 miliar karena perlu penyesuaian FS (feasibility studies),” Jonan menerangkan.

Selain itu, Jonan juga mengorting anggaran operasional kementerian. Misalnya untuk biaya seminar, pengadaan komputer, dan sebagainya. “Terakhir, biaya operasional, biaya seminar, komputer, kita kurangi Rp 52 miliar,” tutupnya. (wdl/wdl)

Source : detik.com