Jonan Temui Menteri Energi Qatar, Bahas Impor LPG dan LNG

Senin 16 Jan 2017, 17:22 WIB — Wahyu Daniel – detikFinance

15Foto: Wahyu Daniel

Abu Dhabi – Dalam kunjungannya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Menteri ESDM Ignasius Jonan melakukan pertemuan bilateral. Salah satunya adalah dengan Menteri Energi dan Industri Qatar, Mohammed Saleh Abdulla Al-Sada.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal. Beberapa di antaranya, Al-Sada menawarkan kepada Indonesia untuk membeli LPG dan LNG dari negaranya.

“Kami menyambut kerja sama yang selama ini dilakukan dengan Indonesia,” kata Al-Sada di depan Jonan dan delegasi Indonesia di Hotel Aloft, Abu Dhabi, Senin (16/1/2017).

16Menteri ESDM Ignasius Jonan bertemu Menteri Energi dan Industri Qatar Foto: Wahyu Daniel

Menanggapi tawaran impor LNG ini, Jonan mengatakan, pemerintah Indonesia ingin mendapatkan energi dasar yang murah di dalam negeri. Bahkan bila ternyata gas impor lebih murah, maka terbuka kemungkinan melakukan impor.

“Meski kami merupakan penghasil gas atau LNG, bila harganya lebih mahal maka terbuka kemungkinan impor,” ujar Jonan.

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia mengirim beberapa delegasi ke Abu Dhabi adalah untuk mencari energi yang murah. Seperti diketahui, Uni Emirat Arab bisa menghasilkan listrik dari energi matahari yang murah.

Soal kebijakan energi Indonesia, Jonan menerangkan, Indonesia yang sangat luar biasa memiliki keunggulan energi yang berbeda di masing-masing daerah.

“Indonesia memiliki 17.000 pulau. Dari ujung barat ke timur Indonesia dilalui dengan penerbangan 7,5 jam. Seperti dari Jakarta ke Doha (Qatar),” terang Jonan.

Karena itu kebijakan energi yang dilakukannya adalah dengan memaksimalkan potensi energi masing-masing daerah. Seperti di Sumatera bagian Selatan dan Kalimantan sebagai penghasil batu bara, maka didorong pembangunan pembangkit listrik berbasis batu bara.

17Menteri ESDM Ignasius Jonan bertemu Menteri Energi dan Industri Qatar Foto: Wahyu Daniel

Lalu daerah penghasil gas didorong mengembangkan listrik bertenaga gas.

“Kami juga mengembangkan listrik energi terbarukan sesuai dengan potensi daerah,” kata Jonan.

Dalam kunjungan ini, Jonan ditemani oleh Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Direktur PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Hendi Priyo Santoso, dan Direktur PLN Nicke Widyawati.

Soal impor LPG, Pertamina selama ini memang mengimpor dari Qatar. Dirut Pertamina menyampaikan keinginannya untuk mengimpor LPG langsung tanpa lewat perusahaan trading.

Mendengar hal tersebut, Al-Sada menyatakan siap menindaklanjutinya dan akan mengirim tim dari Qatar Petroleum untuk berbicara dengan Pertamina.

“Kami merupakan eksportir LPG terbesar dunia,” kata Al-Sada. (wdl/hns)

Source : detik.com