IPA Dibuka, Enam Perjanjian Jual Beli Gas US$5 Miliar Diteken

IPA Dibuka, Enam Perjanjian Jual Beli Gas US$5 Miliar DitekenEnam kesepakatan yang ditandatangani tersebut terdiri dari empat kesepakatan baru dan dua amandemen dari kesepakatan yang sudah ada. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jakarta, CNN Indonesia — Enam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) ditandatangani di ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2017. Enam PJBG tersebut memiliki kontrak dengan nilai US$5 miliar.

Enam kesepakatan yang ditandatangani tersebut terdiri dari empat kesepakatan baru dan dua amandemen dari kesepakatan yang sudah ada. Salah satu kesepakatan baru tersebut adalah PJBG gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG), antara British Petroleum (BP) Berau Ltd dengan PT PLN (Persero) sebesar 16 kargo per tahun sejak 2020 hingga 2035.

Sementara itu, satu PJBG baru lain adalah ConocoPhillips Grissik Ltd dengan PLN dengan besaran 37 BBTUD dengan masa kontrak dari 2018 hingga 2023. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) berharap, PJBG ini bisa mencukupi kebutuhan PLN.

“Kami berharap alokasi pasokan LNG tersebut dapat diserap sepenuhnya oleh PLN sehingga mendukung program Nawacita pemerintah untuk menyediakan listrik yang cukup serta meningkatkan rasio elektrifikasi nasional,” ujar Amien, Rabu (17/5).

Di sisi lain, terdapat pula empat amandemen PJBG yang ditandatangani di momen yang sama. PJBG yang pertama adalah Energi Mega Persada (EMP) Bentu Ltd dengan PT Pertamina (Persero) untuk jaringan gas rumah tangga sebesar 0,2 MMSCFD dengan masa kontrak 25 tahun yang dimulai di tahun 2016.

Selain itu, ada pula amandemen PJBG antara EMP Bentu dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Tuah Sekata, di mana alokasi gasnya ditambah dari 3 BBTUD menjadi 6 BBTUD dalam jangka waktu 15 tahun. Lalu, amandemen lainnya juga dilakukan terhadap PJBG Petrogas Basin dengan PT Malamoi Olom Wobok dengan alokasi 8 MMSCFD.

Yang terakhir, amandemen juga dilakukan bagi PJBG antara PetroChina International Jabung Ltd dengan PT Gemilang Jabung Energi, di mana alokasinya berubah menjadi 2 BBTUD di tahun pertama dan kedua lalu meningkat jadi 5 BBTUD di tahun ketiga dan seterusnya.

Melalui PJBG ini, Amien berharap pasokan gas bagu domestik bisa terus meningkat dan lebih kecil dibanding ekspor. Ia mencontohkan, antara periode 2003 sampai 2016, pasokan gas untuk domestik meningkat rata-rata 9 persen per tahun.

Sementara hingga akhir Februari 2017, realisasi pasokan gas untuk domestik sudah mencapai 3.889 MMSCFD atau sekitar 58,5 persen dari total pasokan gas. “Artinya pasokan gas untuk domestik sudah lebih besardari ekspor,” ujar Amien. (gir)

Source : cnnindonesi.com