Investor Blok Masela Butuh Kepastian Usaha

Sabtu, 26 Maret 2016 07:38 WIB

blokmasela

SETELAH pemerintah memutuskan pengelolaan Blok Masela menggunakan skema onshore (kilang di darat), SKK Migas langsung menggelar pertemuan dengan Inpex Corporation dan Shell Indonesia selaku investor ladang gas tersebut.

Dalam pertemuan itu, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menyampaikan kepada investor untuk segera merevisi rencana pengembangan (plan of development/PoD) Blok Masela. Hal itu merupakan wujud masih adanya komitmen investor terhadap ladang gas di Laut Arafura, Maluku, tersebut.

Di samping itu, pemerintah juga menerima masukan dari investor yang membutuhkan kepastian usaha di Blok Masela karena berkenaan dengan besarnya nilai investasi yang telah dibenamkan selama ini.

“Investor tetap komit berinvestasi di Blok Masela. Mereka meminta waktu mencerna keputusan itu. Dalam pertemuan, Inpex menyatakan kemungkinan besar akan mengajukan sejumlah insentif,” kata Amien kepada Media Indonesia di Gedung City Plaza Jakarta, Kamis (24/3).

Amien tidak mengetahui persis apa saja insentif yang dimaui investor production sharing contract Blok Masela sejak 1998 hingga berakhir pada 2028 itu.

Hanya, menurut Kepala Humas SKK Migas Elan Biantoro, selama ini insentif yang biasa diminta kontraktor meliputi <>domestic market obligation (DMO) holiday, tax holiday, dan investment credit.

“Insentif akan menjadi bagian dari revisi PoD Blok Masela. Pemberian insentif merupakan apresiasi karena Inpex dan Shell sudah mengeluarkan investasi lebih dari US$2 miliar selama 16 tahun. Selain membutuhkan kepastian dalam usaha, mereka juga perlu diberi apresiasi berupa insentif,” ujar Elan, kemarin (jumat, 25/3).

Communication and Relations Manager Inpex Corporation Usman Slamet mengakui pihaknya akan membahas insentif setelah merevisi PoD terkait skema pengembangan Blok Masela. “Kini kami baru memahami fakta.”

Amien Sunaryadi berharap secepatnya menerima revisi PoD Blok Masela itu. “Proses verifikasinya 30 hari. Kalau semua oke, kami rekomendasikan kepada menteri untuk menyetujui.”

Pertamina siap masuk
Dalam PoD, skema yang disetujui ialah kilang gas di lepas pantai (offshore) dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun. Seiring proses kajian, temuan cadangan terbukti bertambah dari 6,97 triliun kaki kubik menjadi 10,73 triliun kaki kubik. Oleh karena itu, investor mengajukan revisi PoD dengan kapasitas 7,5 juta ton per tahun.

kilangblokmasela

Di sisi lain, SKK Migas telah menginisiasi pertemuan Inpex dengan PT Pertamina (persero) untuk turut serta mengembangkan Blok Masela Menurut Dirut PT Pertamina Dwi Soetjipto, Inpex membuka kesempatan bagi BUMN energi tersebut untuk masuk. “Pembicaraan masih seputar pengajuan (kepemilikan saham) Pertamina sekitar 10%-20%. Sampai 2028, anggaran per tahun tidak besar kalau memang kami punya potensi setelah melihat cadangannya.”

Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said, Kamis (24/3), menyatakan akan mengawal keputusan Presiden tentang Blok Masela. “Saya netral, tidak pernah mengatakan bertahan offshore atau onshore. Presiden sudah memutuskan dan saya akan menjalankan kebijakan Presiden sebaik-baiknya. Investor butuh kepastian berusaha.”(Adi/Ire/X-4)