Ini Dia 34 Proyek Konstruksi Layang yang Akhirnya Terbebas dari Penghentian Sementara

Tim Labfor Bareskrim Pori melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca robohnya tiang pancang pada proyek kontruksi pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan D I Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2). Tiang pancang pada proyek kontruksi pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang roboh pada Selasa (20/2) sekitar pukul 03.00 WIB itu menyebabkan tujuh pekerja dari proyek tersebut terluka.

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah 5 hari menghentikan sementara 37 proyek konstruksi layang, pemerintah akhirnya mengizinkan 34 proyek di antaranya untuk dilanjutkan kembali.

Ketua Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) Syarief Burhanuddin pada Selasa (27/2/2018) sore menyatakan bahwa dari 37 proyek yang dihentikan sementara pengerjaannya, sebanyak 34 pemilik dan pelaksana proyek telah menyampaikan dokumen dan pemaparan di depan tim komite.

Dari hasil evaluasi, konstruksi layang 34 proyek tersebut dapat kembali dilanjutkan dengan beberapa di antaranya dilanjutkan dengan catatan.

Ke-34 proyek tersebut adalah:

  1. Jalan tol Bekasi—Cawang—Kampung Melayu (PT Kresna Kusuma Dyandra Marga) harus memfinalisasi desain form work
  2. Jalan tol Depok—Antasari (PT Citra Wasphuttowa) harus melengkapi dokumen lifting
  3. Jalan tol Jakarta Cikampek Elevated (PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek) akan dilakukan kunjungan lapangan pada hari Rabu (28/2/2018)
  4. Jalan Tol Kunciran—Cengkareng (PT Jasa Marga Kunciran Cengkareng), dua pekerjaan perlu peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja
  5. Jalan tol Ciawi—Sukabumi (PT Trans Jabar Tol)
  6. Jalan tol Pasuruan—Probolinggo (PT Transjawa Paspro Jalan Tol)
  7. Jalan tol Solo—Ngawi ( PT. Solo Ngawi Jaya)
  8. Jalan tol Cinere—Serpong (PT Cinere Serpong Jaya)
  9. Enam Ruas Tol Dalam Kota DKI lakarta (PT Jakata Tollroad Development)
  10.  Jalan tol Jakarta—Cikampek Selatan (PT Jasamarga Japek Selatan)
  11.  Jalan tol Kayu Agung—Palembang—Betung (PT Sriwijaya Markmore Persada)
  12.  Jalan tol Krian—Legundi—Bunder—Manyar (PT Waskita Bumi Wira)
  13.  Jalan tol Cibitung—Cilincing (PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways)
  14.  Jalan tol Cimanggis—Cibitung (PT Cimanggis Cibitung Tollways)
  15.  Jalan tol Cileunyi—Sumedang—Dawuan (PT Citra Karya Jabar Tol)
  16.  Jalan tol Balikpapan—Samarinda (PT Jasamarga Balikpapan Samarinda)
  17.  Jalan tol  Medan—Kualanamu—Tebingtinggi (PT Jasamarga Kualanamu Tol)
  18.  Jalan tol Pandaan—Malang (PT Jasamarga Pandaan Malang)
  19.  Jalan tol Probolinggo—Banyuwangi (PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi)
  20.  Jalan tol Batang—Semarang (PT Jasamarga Semarang Batang)
  21.  Jalan tol Bogor Ring Road (PT Marga Sarana Jabar)
  22.  Jalan tol Kunciran—Serpong (PT Marga Trans Nusantara)
  23.  Jalan tol Ngawi—Kertosono (PT Ngawi Kertosono Jaya)
  24.  Jalan tol Pejagan—Pemalang (PT Pejagan Pemalang Toll Road)
  25.  Jalan tol Pemalang—Batang (PT Pemalang Batang Toll Road)
  26.  Jalan tol  Gempol—Pasuruan (PT Transmarga Jatim Pasuruan)
  27.  Jalan tol Porong—Gempol (PT Jasa Marga Tbk.)
  28.  Jalan tol Trans-Sumatra (PT Hutama Karya) Terbanggi Besar—Kayu Agung
  29.  Jalan tol Trans-Sumatra (PT Hutama Karya) Terbanggi Besar—Pematang Panggang
  30.  Jalan tol Trans-Sumatra (PT Hutama Karya) Pematang Panggang—Kayu Agung.
  31.  LRT Velodrome—Kelapa Gading (PT. Wijaya Karya Tbk.)
  32.  LRT Jakarta—Bogor–Depok—Bekasi (PT Adhi Karya Tbk.)
  33.  LRT Palembang (PT Waskita Karya)
  34.  Double-double track kereta Manggarai—Jatinegara (PT Hutama karya) setelah dilakukan pembongkaran launcher gantry lama dan pemasangan launcher gantry yang baru.

Pada Selasa (20/2/2018), pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara pengerjaan konstruksi layang di Tanah Air sebagai efek dari kecelakaan konstruksi pada proyek jalan tol Bekasi—Cawang—Kampung Melayu yang terjadi pada dini harinya.

Kemudian, pada Kamis (22/2/2018), secara resmi pemerintah menetapkan penghentian sementara terhadap 36 proyek konstruksi layang terdiri atas 32 proyek jalan tol dan 4 proyek perkeretaapian. Proyek-proyek tersebut baru bisa dilanjutkan kembali setelah melalui serangkaian evaluasi dengan target pelaksanaan selama 2 minggu.

Akan tetapi, pemerintah mengumumkan seluruh proyek konstruksi layang yang dibekukan sementara itu dievaluasi 26—27 Februari.

Berdasarkan pengamatan Bisnis, dari data yang dilansir Komite Keselamatan Kerja sejak 22 Februari—27 Februari, total proyek yang dievaluasi oleh komite tersebut adalah 39.

Sebelumnya (data per 22 Feb.), jalan tol Trans-Sumatra yang digarap oleh PT Hutama Karya tidak diperinci lebih mendetail. Namun, pada 27 Februari, jalan tol tersebut didetailkan menjadi tiga ruas.

Selain itu, muncul jalan tol Porong—Gempol milik PT Jasa Marga Tbk. dalam daftar yang dilansir Komite Keselamatan Konstruksi kemarin.

Adapun, lima proyek lainnya yang belum dievaluasi adalah jalan tol Kertosono—Mojokerto (PT Marga Harjaya Infrastruktur); Serpong—Balaraja (PT Trans Bumi Serbaraja); Cinere—Jagorawi (PT Translingkar Kita Jaya); Serang—Panimbang (PT Wijaya Karya Serang Panimbang); dan Manado—Bitung (PT Jasamarga Manado Bitung).

Source : bisnis.com