Ini Alasan Pertamina Teken Kontrak Impor Gas dari Perusahaan AS

Ini Alasan Pertamina Teken Kontrak Impor Gas dari Perusahaan AS

Jakarta – Saat kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, ke Indonesia beberapa hari lalu, ada kesepakatan kontrak jual beli gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) antara ExxonMobil dari Amerika Serikat (AS) dengan PT Pertamina (Persero).

Penandatanganan kontrak disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Wakil Presiden AS Mike Pence.

Direktur Gas Pertamina, Yenni Andayani, mengungkapkan kontrak jual beli LNG dari ExxonMobil untuk mengantisipasi berkurangnya produksi gas dalam negeri di masa mendatang. Sehingga pasokan gas dari luar negeri perlu diamankan, agar tidak terjadi krisis energi di dalam negeri.

“Kami bukan beli LNG buat bawa (di) 2017, impor LNG yang kita beli dan masuk nanti sesuai dengan defisit yang kita lihat sesuai prediksi ESDM setelah 2020. Ini langkah antisipasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Yenni dalam bincang santai di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Yenni menambahkan, dengan ditandatanganinya kesepakatan jual beli gas dengan ExxonMobil bukan berarti Pertamina mengimpor dari Amerika Serikat (AS). Pasalnya, ExxonMobil memiliki beberapa lapangan produksi dan salah satu yang terdekat dari Indonesia ada di Papua Nugini.

“Kenapa impor dari Amerika, kalau kami beli dari Exxon dia enggak bawa kilangnya dari Amerika. Kami beli Exxon ada di Papua Nugini, di Qatar banyak fasilitas. Ini juga memastikan security of supply terjaga,” tutur Yenni. (wdl/wdl)

Source : detik.com